Jakarta, sketsindonews – Keberadaan Halte Bus yang berubah fungsi di sepanjang Jalan Stasiun Senen sungguh memprihatinkan. Siapa bertanggung jawab akan halte bus hingga saat ini masih saling tuding antara pihak Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga.
Ironis memang kondisi yang Ada terhadap halte – halte yang ada selain karena tidak inovatif membangun halte sesuai dengan penataan nilai – nilai kultur Jakarta menjadi indah.
Dampaknya lama tak diurus seperti di Tanah Abang beberapa halte berubah fungsi jadi warung telah di sterilkan pihak pemerintah Kecamatan gabungan, namun setelah itu sejak saat ini tak tindakan untuk di tindak lanjuti kedua SKPD terkait, ujar Desta (35) pengguna jalan.
Menurutnya, pembangunannya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dinas Perhubungan DKI Jakarta serta Perbaikan Trotoar Dinas Bina Marga. Akibat hal ini sudah pasti asset itu tak jadi manfaat serta semakin menjadi problem baru kekumuhan yang ada.
Kejaksaan Negeri (Kajari) harus melakukan penyelidikan karena menelantarkan aset,” tandas Desta.(19/9)
Belum lagi para “ojeker” akhirnya menjadi tempat mangkal menambah hal menjadi problem yang terus mengalir dari aktifitas lintas jalan yang tidak reaktif pihak pemda DKI Jakarta.
Pantauan seketsindonews di lapangan banyak halte bukan saja kumuh namun ada yang tinggal kerangka saja tanpa lagi di openi dengan melakukan perubahan dari penataan trotoar yang saat ini pemda terus membangun kawasan trotoar nyaman bagi publik
Tak kreatif Dinas – Dinas terkait membangun wajah baru Jakarta melakukan spot – spot menjadi lebih nyaman dengan sarana prasarana edukatif dan ruang publik menjadi singgah nyaman yang rindang bagi publik khususnya warga pengguna moda transportasi massal.
Dalam keterangan lain Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Kecamatan Senen, Irfanuddin mengakui , halte di wilayah Kecamatan Senen terhitung ada sebanyak 25 buah halte kondisi nya memprihatinkan tanpa perawatan antar pihak.
“Rata-rata halte tersebut membutuhkan perbaikan seperti halte di sepanjang Jalan Stasiun Senen Raya ini hingga Salemba ,” ujarnya.
Katanya, soal perawatan halte tersebut ada di tingkat Sudin Bina Marga Jakarta Pusat bukan Dinas Perhubungan yang hingga saat ini asset tersebut masih menjadi saling menunggu Karena belum ada serah terima asset kedua SKPD terssbut, ucap Irfan.
nanorame










