Jakarta, sketsindonews – Jalan Senen Raya, yang meliputi 3 wilayah Kelurahan Senen, Kelurahan Kwitang, dan Kelurahan Kramat menjadi sasaran bagi kawasan kantibmas terlebih tawuran yang di picu para geng motor di kawasan Senen saat hari jelang week end sekitar pukul 05.00 sore hingga 06.00 pagi.
Dan pada Hari Sabtu dan Minggu dini hari menjadi puncak bagi para perusuh untuk memancing situasi tak kondusif kawasan jalan protokol tersebut.
Pantauan sketsindonews kasus monitoring antisipasi tawuran bagi perusuh sangat diperlukan oleh peran 3 Kelurahan area base track bukan hanya menjadi tanggung jawab dua Kelurahan namun teritorial bisa melebar.
“Kelurahan Kramat sepertinya juga untuk melakukan hal yang sama, bukan hanya menjadi penonton,” ujar Deni (34) warga Kwitang, Kamis (14/11/19)
Sementara 2 Kelurahan (Senen dan Kwitang) hingga saat ini terus berjibaku melakukan kawasan ambalat menjadi persinggahan bagi aksi tawuran terus dilakukan partisiparif baik aparat Polri, Dewan Kota, FKDM, LMK, Tomas RT/RW lingkungan.
Lurah Kwitang Rasimun ketika ditanya sketsindonews mengutarakan, pihaknya telah mendirikan posko terpadu. Posko tersebut didirikan sejak awal bulan September dalam rangka mengantisipasi aksi tawuran peeusuh geng motor.
“Jelas ini kerap kali bikin repot warga,” ucapnya.
Saat ini pihaknya bersama warga terus menjaga di Jalan Kramat III Ujung dan Kramat Pulo halte Pal Putih depan eks Bioskop Rivoli hingga dini hari.
Sementara, Dewan Kota Kecamatan Menteng, Sanusi mengapresiasi upaya strategi yang diupayakan Lurah Kwitang dalam mengantisipasi aksi tawuran serta mencegah aksi perusuh menyulut pertikaian.
“Penjagaan tersebut harus didukung dan dipertahankan dalam menjaga ketentaraman dan ketertiban dilingkungan, termasuk Lurah Kramat juga harus menjaga dari sisi lingkungan, sesuai pesan warga meminta melakukan monitoring,” ucap Sanusi.
(Nanorame)
Cegah Tauran Di Kawasan Senen, Lurah Kramat Harus Bantu Dua Lurah Lain
40.3K pembaca






