Jakarta, sketsindonews – Jalan Stasiun Senen Raya kumuh oleh berbagai pernik pedagang dengan bongkar muat yang berakibat taman jalan dikawasan tersebut seolah tak terurus oleh Sudin Pertamanan dan Kehutanan Kota Jakarta Pusat.
“Terlihat taman jalan menjadi gundul tak terawat oleh pelaku PKL maupun urusan bongkar muat di lakukan di wilayah itu,” ujar Sanusi Anggota Dewan Kota Jakarta Pusat, Senin (25/11/19).
Berbagai persoalan wilayah itu menjadi super crowded karena pihak PD. Pasar Jaya hingga saat ini tidak menempatkan bongkar muat di dalam pasar melainkan dijalan sehingga berdampak kawasan belakang Senen sulit untuk ditata lebih indah.
Taman pun menjadi sasaran, namun Sudin Taman harus punya trick bagaimana taman itu tak lagi dirusak dalam menata kembali kawasan dari kepentingan orang tak bertanggung jawab.
Kedua, kata Sanusi kondisi saat ini menjadi ajang pedagang sayuran melebar ketrotoar ketika menjelang hingga malam hari yang juga menyebabkan sampah menumpuk maupun kemacetan kawasan itu.
“Ini bisa dilakukan perubahan jika masyarakat bersama pemerintah mampu melarang bukan membiarkan berbagai persoalan dibiarkan dalam menata kawasan,” ucapnya.
“Kalo taman terjaga kami meyakini Sudin Pertamanan bisa menata kawasan hijau bisa menjamin tidak dirusak oleh vandalime selain fungsi jalanpun bisa distrilkan pihak instansi lain untuk terfokus pada hal yang sama,” ujarnya.
Menurutnya hal tersebut juga jadi keinginan Lurah Senen Sauri selaku pimpinan wilayah tugas pekerjaan pamong menjadi lebih ringan, dimana selama ini warga cerdas justru sebaliknya membiarkan persoalan ini lebih tak tertata.
“Wilayah bisa berjalan baik apabila seluruh komponen masyarakat juga untuk terlibat membangun paradigma menjaga estetika wilayah bersama pemerintah, itu kuncinya,” ucap Sanusi.
(Nanorame)
Akibat Pembiaran Bongkar Muat, Sudin Pertamanan Perlu Menata Ulang Taman Jalan Stasiun Senen
3.4K pembaca






