Jakarta, sketsindonews – Warga Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran terus berharap agar Lurah Baru Suparjo yang menggantikan Syamsul Ma’arif yang di mutasi di Kelurahan Kebon Sirih Kecamatan Menteng tetap pro aktif dalam menangani masalah masalah di Kebon Kosong. Hal tersebut disampaikan oleh aktivis lingkungan, Joko Edan alias Joko Sardjono, selasa (21/01/20).
Menurutnya, persoalan Kebon Kosong dalam mewujudkan tekad perbaikan sarana dan prasarana hingga saat ini belum terwujud secara maksimal belum lagi persoalan infrastruktur, PKL tutup jalan, konflik rusun, pengangkutan sampah MH (Malam Hari)
“Kepekaan pamong sangat dituntut dan reaktif guna memberikan sebuah komunikasi intensif walau perkara carut marutnya Kebon Kosong perlunya kebijakan radikal oleh pihak Pemprov DKI, tapi minimal Lurah secara persuasif untuk pula bersama warga ikut mendampingi,” tambah Joko.
“Sudah berulang persoalan dimana selama pemerintah DKI selama (Bina Marga, SDA) ini hanya bagaimana memberikan metode program infrastruktur perbaikan dengan pengakalan tambal sulam,” ujarnya.
“Sebagai catatan kami tidak membandingkan sosok pamong satu dengan lainnya tapi minimal komunikasi dalam mengupas masalah – masalah warga menjadi modal sebuah persoalan berat akan terselesaikan,” katanya.
Ketua Rw 06 Kebon Kosong, Ghubrabillah, menambahkan bahwa harapan warga Kebon Kosong secara phisicly termarginal tapi secara aktif warganya mau untuk berbuat dalam membangun program pemerintah DKI mulai proklim, percontohan pilah sampah serta mewujudkan ingub 107 dan Pergub 108 Tahun 2019 tidak menjadi program mimpi pemerintah DKI Jakarta.
“Tapi bagaimana ini bisa berjalan secara berkala dalam program kembali pada pamong dalam nilai kepekaan mengatasi serta mengurai masalah yang ada di wilayah Kebon Kosong termasuk menggerakan potensi,” tutupnya.
(Nanorame)






