Jakarta, sketsindonews – Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara tinjau pusat wisata belanja Pasar Baru Kecamatan Sawah Besar untuk melihat kegiatan ekonomi setelah pemerintah Provinsi DKI Jakarta berlakukan masa transisi PSBB tahap II tadi malam.
Pertokoan pasar baru sejak dibuka beberapa waktu yang lalu belum sepenuhnya ramai dikunjungi warga untuk kembal berbelanja sejak pandemi covid-19 melanda tanah air yang sudah berlangsung 5 bulan.
Di Sela peninjauan Bayu Mega melihat kondisi fisik pasar baru selama ini belum dibenahi ditata secara baik oleh pihak pengelola Asosiasi Pedagang tersebut lantaran kanopi awning sudah lama rusak tak diperbaiki, sementara selama ini banyak menghandalkan bantuan pemerintah.
Bayu Mega memerintahkan agar segera dibongkar malam ini juga, karena kurang apik dilihat secara umum, akhirnya pihak asosiasi pedagang bersama pekerja kasar lakukan pembersihan atap kanopi yang sudah tidak indah alias bolong dibantu ratusan petugas gabungan dibantu alat berat, Rabu (1/7/20) malam.
Kata Bayu Mega, pembongkaran struktur kerangka kanopi ini atas inisiasi dari para pedagang yang ada di kawasan Pertokoan Pasar Baru sebagai upaya penataan.
“Kontruksi kanopi kondisinya sudah rapuh itu sangat berdampak serta berbahaya bagi pengunjung sebelum terjadi menelan korban,” ucapnya.
“Kawasan Pertokoan Pasar Baru merupakan bagian dari sejarah yang tidak terpisahkan sejak ditetapkan menjadi wisata belanja selain telah berdiri sejak masa lampau,” ujarnya.
Sementara sketsindonews menyusuri PKL lapak Dirham (34) warga Kartini diminta pendapatnya, menurutnya asosiasi pasar baru dalam meramu kegiatan selalu menghandalkan anggaran pemerintah, kanopi rusak saja harus pemkot turun tangan untuk memperbaiki.
“Itu mah terlalu, dimana kawasan pengusaha disana bernama asosiasi pedagang bisa menggali potensi secara gotong royong untuk menata secara optimal,” ujarnya.
“Asosiasi seharusnya bisa merancang konsep kolaboratif antara pertokoan dan pkl binaan lebih future kedepan dalam merubah image kawasan ekonomi modern secara kedepannya lebih punya karakter pasar berbudaya dan modern,” ucap Dirham.
Dilain pihak secara bersamaan Asisten pemerintahan Denny Ramdhany menambahkan, ada sebanyak 120 petugas gabungan yang diterjunkan untuk mengawal dan membantu kegiatan pembongkaran kerangka kanopi di kawasan Pertokoan Pasar Baru.
“Nanti lokasi ini akan dilanjutkan penataan program Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Pemerintah Pemprov DKI Jakarta,” tutup Deny.
(Nanorame)






