Jakarta, sketsindonews – Warga Kelurahan Kebon Sirih Menteng selalu meyebut akrab panggilan “Babe Sul’ sosok Lurah berperawakan gempal dimana warga sangat mengenal sikap pamong sangat toleran untuk menyikapi persoalan wilayah.
Sebut saja Handoko (34) warga Kebon Sirih menyatakan, Lurah Syamsul Ma’arif ini pada tindakan juga sangat tegas walaupun kelucuan si Babe menangani problematika masalah bikin adem warga.
“Sikap dilapangan sungguh kepamongan dimliki Babe Sul sungguh berdampak luas pada keterbukaan warga Kebon Sirih, mulai pemuda (Karang Taruna) dan tokoh menjalin komunikasi ditengah masyarakat untuk tidak mengenal jarak bahwa dia sosok Lurah,” ucap Handoko, Kamis (22/10/20).
“Gak mau tuh Lurah Syamsul dipanggil pa Lurah, panggil aza “Gue Babe” itu lebih baik, ucap Ma’arif.
Bila warga berkeinginan akrab dan secara bersama kita ingin merubah tatanan lingkungan , ungkap Ma’arif, saat dirinya diberikan ucapan kejutan selamat HUT oleh warganya.
“Selamat HUT Be’ panjang umur kite warga doain babe sehat nih,” seloroh Budi.
“Warga Kebun Sirih sungguh menjadi terkesan selama ini dalam komunikasi, walau kami kadang dibentak, di katain “jelek”, hingga sebutan nama asli kami diganti dengan sebutan bikin ketawa semua orang,” ucap Budi.
“HUT si Babe terlihat warga antusias sambil berikan membawa makanan selain anggota PPSU berkumpul, terlebih warga pernah si Babe Sul bertugas tak luput ikut datang memberikan support sosok si Babe Sul,” tutup Budi.
(Nanorame)











