1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Pemerintah Terus Berhati -hati Lakukan Vaksinasi Covid-19

oleh
11.7K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Rencananya pemerintah segera akan melakukan vaksinasi Covid – 19 sebagai salah satu cara pencegahan tertularnya serta menunjang daya imunitas tubuh masyarakat.

Sisi lain menyebar pula vaksin buatan China beredar posting-posting yang mempertanyakan vaksin yang Isinya kira-kira begini. “Vaksin SARS dan MERS saja sudah bertahun – tahun belum berhasil dibuat.

“Sebuah narasi pertanyaan untuk dijawab yang sebagian orang banyak meragukan akan kemampuan vaksinasi ini,” ujar sumber kepada sketsindonews

Gambar

Bagaimana mungkin vaksin Covid19 berhasil dibuat?”

Kenapa bisa vaksin Covid19 lebih dahulu dari SARS dan MERS? Eh, SARS itu kapan sih? Itu hampir 20 tahun yang lalu. Wabahnya sebentar, dan tidak meluas. Pengembangan vaksinnya sepertinya tidak dilakukan. MERS itu 6 tahun yang lalu, juga tidak meluas.

“Catat ini ! ada banyak perkembangan yang sangat cepat yang bisa dihasilkan dalam waktu 6 tahun atau 20 tahun itu,” ujar sumber kepada sketsindonews

Kenapa vaksin Covid19 bisa cepat diperoleh?

Pertama, virus Covid – 19 bukan virus yang sama sekali baru. Riset virus corona itu bukan dimulai tahun ini. Sejarahnya sudah panjang, termasuk di dalamnya riset tentang SARS dan MERS tadi. Artinya sebelum ini ilmuwan sudah belajar banyak kaitan viruse ini.

Kedua, teknologi membuat riset bisa menjadi sangat cepat, khususnya teknologi komputer. Saya pernah mengunjungi sebuah pusat riset farmasi perusahaan di Jepang. Di situ saya ditunjukkan kepada simulasi komputer untuk mendesain molekul obat. Molekul didesain dengan simulasi, artinya ikatan-ikatan kimia yang membentuk molekul itu dihitung secara teoretis, oleh komputer. Setelah didapat, sistesis bahan kimia baru itu pun disimulasikan, sampai ditemukan alur sintesisnya, berikut kondisi reaksi kimianya. Setelah itu didapat, barulah sintesis dilakukan di laboratorium.

Zaman dulu sintesis kimia itu dilakukan dengan coba-coba, berdasarkan pengalaman terdahulu. Kalau ada perhitungan teoretis, itu dilakukan secara manual. Perjalanan untuk sampai ke alur sintesis sangat panjang. Dengan simulasi tadi, prosesnya bisa diringkas hingga jadi 25% saja. Ini pun cerita 5 tahun yang lalu.

Dengan perkembangan komputer sekarang, adanya artificial intelligent dan big data, sudah banyak perkembangan yang dihasilkan. Kalau dipikir dengan nalar 10 atau 5 tahun yang lalu, sudah tidak masuk akal. Pertanyaan-pertanyaan tadi sepertinya masih pakai nalar masa lalu.

New York Times memberitakan bahwa ribuan vaksin disuntikkan kepada relawan di Cina bulan lalu. Lagipula, kita bukan satu-satunya yang berencana akan memakai vaksin Cina ini. Ada banyak negara lain, UEA berada paling depan dalam antusiasme soal vaksin Cina ini.

Namun setelah hasil uji coba klinis presiden Joko Wododo menyatakan, pemerintah akan segera lakukan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat luas.

Pemerintah akan berhati – hati selain untuk tak tergesa – gesa selain pula lebih mementingkan keselamatan pasien covid serta masyarakat.

Hal lain distribusi pemberian vaksinasi ini juga perlu skematik baik vaksinasi secara gratis dan mandiri.

“Saya menginginkan dalam pemberian vaksinasi mandiri untuk juga tidak memberatkan bagi warga masyarakat untuk harga terjangkau,” kata Jokowi.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap