Sudin PPAPP Jakpus Siapkan RPTRA Menjadi “HOME STAY” Warga Terdampak Banjir

oleh
33.3K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Sebagai antisipasi musim penghujan dan dampak banjir Sudin Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk ( PPAPP ) Jakarta Pusat hingga saat ini telah siapkan 50 RPTRA di 31 Kelurahan Jakarta Pusat sebagai tempat penampungan posko shelter (home stay) bagi warga di terdampak banjir di 8 Kecamatan Jakarta Pusat.

Melalui Kasie Pemberdayaan Masyarakat Sudin PPAPP Jakarta Pusat Bangun Manalu menegaskan bahwa pihaknya punya Peraturan Gubernur no 123 Tahun 2017 yang didalamnya mengamanatkan RPTRA sebagai lokasi siap tanggap darurat dalam hal kebencanaan.

“Yah itulah salah satu fungsi RPTRA kita gunakan sebagai shelter bagi penampungan korban korban bencana termasuk korban bencana banjir,” kata Bangun, Rabu (02/12/20).

Secara tekhnis kata Bangun menambahkan, RPTRA sebagai shelter penampungan korban bencana, dilanjutkan bagi Ketua atau pengurus RPTRA untuk berkoordinasi dengan isntansi dan SKPD terkait.

Sebelumnya Sudin PPAPP Jakarta Pusat telah melatih 2 orang dari setiap RPTRA sebagai kader penanggulangan bencana, oleh Dinas Gulkarmat sejak tahun 2018 hingga 2019.

Artinya, kesiapan itu sejak dini untuk kita lakukan mengingat prediksi banjir dari cuaca ekstrem kapan saja bisa terjadi dalam waktu tak menentu.

Sesuai Pergub 123 tahun 2017, karena RPTRA memilki ruang – ruang yang dipakai sebagai tempat tinggal sementara pengungsi karena setiap RPTRA dilengkapi berbagai sarana baik toilet, Musholla, ruang khusus anak dan balita, seperti perpustakaan untuk membaca dan bermain, ruang menyusui bayi dan ruang aula utama yang dapat disekat Lurah sebagai Ketua pengurus RPTRA wilayah bagi kepetingan pengungsi.

Seperti pantauan lapangan di RPTRA Intiland Teduh. Karet Pasar Baru Barat VII RW.7, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang telah terbangun kesiaapan penataan Tata Ruang untuk mrnampung pengungsi

Lurah Karet Tengsin Hari Ananda saat didampingi pengurus RPTRA Siti Suereti menuturkan, RPTRA Intiland Teduh telah menjadi tempat pengungsian korban Banjir sejak awal berdirinya, karena lokasi kami dekat dengan pemukiman padat yang rawan banjir.

Terlebih kawasan itu merupakan cekungan dataran rendah berdekatan dengan DAS Kali Krukut terlebih debet air tinggi maka itu menjadi sangat rentan bagi kawasan penduduk dilingkungan.

“Sejak aktif beroperasi di Februari 2016 , RPTRA Intiland Teduh sudah jadi tempat penampungan. Terakhir jadi lokasi pengungsian warga RW 07 Kelurahan sebanyak 100 lebih pada bulan January dan Februari 2020”, tutup Hari.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap