1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Risma Blusukan PMKS di Sudut Ibukota, Tamparan Keras Untuk Gubernur Anies

oleh
13.6K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengajak gelandangan untuk tinggal di penampungan sementara. Hal ini setelah Rismaharini lakukan blusukan pada lokasi rawan PMKS di beberala sudut Kota Metropolitan Jakarta.

Dalam blusukan Menteri Sosial ke kawasan Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (4/1/21). Rismapun dengan sungguh mengajak beberapa gelandangan menempati tempat penampungan sementara yang nantinya disediakan oleh pihak Kementrian Sosial.

Dalam kronologis Kementerian Sosial, awalnya Risma bertemu dengan seorang perempuan bernama Fitri yang mengaku tak punya tempat tinggal setelah lama tinggal di Jakarta.

Gambar

Kepada Fitri, Risma mengajukan sejumlah pertanyaan, namun tak banyak pertanyaan yang dijawab oleh perempuan tersebut.

“Ibu mau ikut saya ya. Nanti saya kasih tempat tinggal. Mau ya? Mau? Tapi ibu jangan kemana-mana. Nanti ada yang jemput,” kata Risma dikutip dari keterangan tertulis, Senin (4/12).

Setelah itu, Risma bertemu dengan pria paruh baya yang tidur beralaskan kardus bernama Kastubi. Sama seperti Fitri, Kastubi juga mengaku tidak memiliki tempat tinggal.

“Bapak ikut saya ya. Nanti saya kasih tempat tinggal biar bapak tidak kehujanan ya. Nanti ada yang jemput ya, tapi bukan Satpol PP. Tapi bapak jangan kemana-mana,” kata Risma.

Tawaran serupa disampaikan Risma kepada seorang lelaki bernama Faisal. Dari tiga orang itu, hanya Kastubi dan Faisal yang kooperatif bersedia menerima penanganan dari Kemensos. Bahkan, Faisal mengaku bersedia untuk kembali pulang ke Asahan, Sumatera Utara, kampung halamannya.

Saat dijemput, kedua pria itu diantar ke kantor Kemensos untuk sarapan. Mereka lalu menerima assessment awal di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis “Pangudi Luhur”, Bekasi, termasuk pengecekan kesehatan sesuai protokol pandemi Covid-19.

Selanjutnya mereka akan mendapat penanganan sementara sebelum kemudian dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

Dalam keterangannya, Risma tak menginginkan penanganan terhadap gelandangan hanya memberikan bantuan atas dasar belas kasihan, namun juga memperhatikan solusi penanganan kemandirian dalam jangka panjang, ucap Risma.

Rismarini sejak dilantik menjadi kemensosos kerap kali lakukan didampingi pejabat terkait, Risma meninjau kondisi tempat tinggal warga di wilayah sekitar kantor Kementerian Sosial, Kelurahan Pegangsaan.

Kemudian, dia itu juga menyambangi kolong Tol Gedong Panjang, Pluit, Jakarta Utara, Rabu (30/12). Di sana, Risma menjanjikan beasiswa untuk para anak pemulung.

Tamparan Untuk Anies

Dengan blusukan keras Risma banyak publik menyatakan, bahwa dengan masih ditemukan kawasan kumuh gelandangan di kawasan Kota strategis Jakarta menjadi tamparan keras bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menata kota serta pendampingan layak hunian bagi warga marginal.

Terlebih kekumuhan Jakarta kondisi pandemi covid – 19 kini juga bermunculan bagi PMKS dengan berbagai corak warna mulai manusia silver, rumah gerobak, rumah RSS kolong jembatan, jukir liar dijalan perapatan hingga rumah kost dijadikan sarana prostitusi terselubung dilingkungan pemukiman.

Kondisi ini membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perintahkan Kadis Sosial DKI Jakarta juga untuk memeriksa apa yang menjadi temuan kemensos Tri Rismaharini agar dapat di cek langsung keberadaan warga tinggal di jalan.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap