Jakarta, sketsindonews – Baru menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini tidak butuh waktu lama membuat gebrakan.
Wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Walikota Surabaya selama 10 Tahun ini memulai kinerja sebagai mensos dengan melakukan Blusukan ke tempat-tempat kumuh.
Langkah tersebut, langsung menarik perhatian banyak orang, bahkan terbaru langkahnya disambut dengan penertiban oleh petugas gabungan.
Diantara munculnya berbagai respon positif, ada banyak respon negatif yang juga tidak kalah banyak karena menganggap apa yang dilakukan oleh Mensos tersebut hanya sebuah pencitraan.
Menanggapi hal tersebut, Aidil Fitri yang merupakan Ketua umum Foreder dan juga Kordinator Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) menegaskan dukungan agar Rusma tetap melakukan blusukan.
“Risma blusukan adalah hal yang biasa ia lakukan saat walikota Surabaya kenapa yang Pro Anis atau kadrun mania jadi marah keblingasan,” ujar Aidil, melalui siaran pers, Jumat (8/1/21).
Sebagai mensos, menurut Aidil selain memperbaiki manejemen Kemensos, yang tentu pasti di lakuka Risma adalah blusukan bahkan hingga seluruh Indonesia.
“Blusukan itu adalah salah satu cara mendengar melihat persoalan yang efektif dan menyelesaikan membantu rakyat sesuai tupoksinya tidak melulu percaya pada bawahan,” kata Aidil.
“Kami Foreder Risma dan bersama rakyat siap mengawal ibu risma blusukan di manapun berada agar ibu Risma bisa menyelsaikan tugas-tugasnya dan mendengar melihat langsung suara jeritan hati rakyat,” tambah Aidil memberikan dukungan.
Lebih jauh, Aidil merasa optimis bahwa kinerja mantan walikota Surabaya tersebut sebagai Menteri Sosial akan berbeda dengan para pendahulunya.
“Kembali ke blusukan, itu juga upaya mengetahui keadaan masyarakat sebenarnya dan juga upaya mencegah laporan ABS (Asal Bapak Senang) aparatur, Sayidina Umar RA malah dalam beberapa riwayat yang masyhur juga sudah dahulu melakukan hal semacam itu,” tutup Aidil.
(Eky)






