Jakarta, sketsindonews – Sampai kapan potongan TKD ASN DKI terus terpotong bisa berakhir selain terbayarkan, sementara sisi lain Pemprov DKI terus berulang ingkar janji terhadap para ASN katanya untuk dibayarkan 50% hingga 100% TKD, tapi tak kunjung harapan itu ada hingga kebijakan perketatan PSBB terus di perpanjang.
“ASN kerja WFH atau tidak tetap saja tidak mempengaruhi kerja ASN dalam menjalankan Tupoksi hingga terus bertarung dalam kondisi pandemi serta menekan angka penularan diwilayah,” ungkap sumber ASN, kepada sketsindonews.com, Rabu (20/1/21).
Dia mengeluhkan, kenapa tidak ada anggaran saat ini DKI mengatur penguatan regulasi Keuangan Daerah. Sementara potongan para ASN diperuntukan untuk apa ?, sampai hingga menjelang masuk 1 tahun TKD terpotong atas kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan yang tanpa kompromi serta pertimbangan masak.
“Apakah juga dana operasional Gubernur ikut pula dipotong itu lain soal, termasuk TGUPP,” tuturnya.
“TKD merupakan kebijakan Gubernur DKI yang tidak ada dalam aturan pergub, namun secara kondisional Gubernur Anies seharusnya punya sense of crisis terhadap anak buahnya utamanya bagiASN Garda terdepan perlu imunitas tinggi dalam menyikapi program serta target Pemprov menuntaskan problematika wilayah,” tandasnya.
Sekda DKI Perlu Telisik Keluhan
Kini DKI Jakarta telah memiliki Sekretaris Daerah yang baru saja dilantik H.Marullah Matalli setidaknya nantinya untuk bisa memikirkan berbagai persoalan termasuk tunjangan kami para ASN selalu dibuat angin surga.
Setidaknya Marullah untuk megetahui detail apa menjadi masalah ditingkat bawah pamong dalam kondisi kekinian tidak menentu, setidaknya mendengar keluhan pada level pamong yang langsung terjun di masyarakat sebagai masukan langsung untuk tersampaikan kepada Gubernur Anies,
Sementara Ketua DPRD DKI Prasetyo Imam Marsudi pernah terus berulang menyatakan, bahwa TKD ASN perlu dipertimbangkan serta dikaji ulang untuk kembali dibayarkan pihak ASN kepada pihak Gubernur Anies.
“Itu merupakan kebijakan Gubernur DKI, selain Pemprov DKI alami defisit anggaran selain tak ada uang,” kata Pras.
(Nanorame)






