Pengembangan ‘Kebon Bhineka’ Kebon Kosong, SKPD Tingkat Kota Jakarta Pusat Harus Intervensi

oleh
20.4K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Kebun Bunga Bhineka RW 06 Kelurahan Kebon Kosong Kecamatan Kemayoran saat ini terus kembangkan bibit dan pohon produktifitas ketahanan pangan dengan kemandirian membangun Tata Kelola.

Pemanfaatan lahan milik PPKK telah disulap menjadi lebih apik selain kekumuhan kawasan itu telah disulap menjadi lahan produktif warga serta membangun inovasi pertanian, budi daya peternakan ikan hingga edukasi pemberdayaan Karang Taruna ditengah pandemi untuk lakukan penyusaian kebiasan baru lebih normal.

Ketua Pengelola Kebun Ricki Sumarno saat bincang sketsindonews.com, Selasa (2/2/21) mengatakan, seiring dengan waktu serta pengembangan kawasan Kebun Bhineka sebenarnya diakui masih terkendala untuk menata kawasan lebih berkarakter serta menjadi sarana produktifitas edukasi bagi publik, namun tahapan ini sarana lahan dilakukan beberapa view Kebun Bhineka.

Gambar

“5 (lima) titik kawasan dilahan ini harus dibangun sekitarnya seperti pemagaran kawasan kebun, pembuatan gapura serta spot Taman untuk lebih menjadi indah,” ujarnya.

“Kami sudah lakukan pemberdayaan namun bila pemerintah SKPD (Sudin Pertamanan, Sudin KPKP, Sudin UMKM) terkait sebenarnya harus lebih “care” bagaimana ikut lakukan sumbangsih kolaboratif di dalam pengembangan kawasan Bhineka,” katanya.

“Walikota Jakarta Pusat Irwandi harus melihat dan meninjau apa yang sudah kami lakukan seiring kami bisa mewujudkan keinginan warga, apa – apa yang menjadi program inovasi optimalisasi lahan produktif sudah kami lakukan,” tandas Ricki.

Saat ini, barang bekas juga mereka terima terlebih pohon untuk pengembangan kawasan jika benar pemerintah bisa membantu secara penataan kawasan kebun Bhineka.

“Kalo ini tertata maka siapapun bisa menjadi kawasan study banding bagi para kaum emak – emak kreatif dalam ilmu pertanian kota serta mendorong perubahan kehidupan baru ditengah pandemi, entah sampai kapan berakhir,” papar Ricki.

Kehidupan warga harus tetap berjalan “suka tidak suka”untuk lebih produktif bahkan solusi pemerintah terbatas membuka ruang waktu bagi kehidupan hidup masyarakat secara fakta realisasi.

Saat ini kehidupan serba sulit dalam pengembangan kreatifitas ekonomi (pemberdayaan) dan saat Itulah pemerintah DKI seharusnya hadir dan lakukan intervensi apa yang menjadi kreatifitas bagi warga cerdas menciptakan sumber ketahanan ekonomi, tambahnya.

Apa Itu Kebun Bhineka

Kebun Bhineka hampir seluas 1500 M saat ini ada, pertanian, pendopo ruang interaksi serta pengajuan umat secara rutin terus berjalan bagi pengembangan imtak gen -x untuk terus dipacu lebih memiliki rasa nasionalisme, religius.

Begitu pula sarana lapangan bulutangkis untuk menjadi tempat senam para kaum emak – emak, posko gugus covid hingga pembuatan pupuk dan hasil limbah.

Dulunya kawasan ini menjadi tidak produktif selain menjadi tempat parkir kepentingan oknum tertentu yang dipelihara, bahkan parkir truck (ekspedisi) juga masih ada menutup akses publik.

Ini menjadi pemikiran kami juga setidaknya akses menuju Kebun Kota tumbuhnya PKL dan parkir liar untuk tidak ada, walaupun ada pkl disekitar kawasan ini harus mempunyai penataan konsep wisata terlebih berdempatan dengan Masjid Akbar, ucap Bimbim Ketua RW 06 Kelurahan Kebon Kosong.

Pemilik lahan PPKK saat ini belum juga memberikan signal tapi hal ini setidaknya antara pihak PPKK, Kecamatan serta Lurah untuk duduk bareng membahas lahan akses untuk tidak ada kerumunan tercipta hingga warga sekitar senewen.

Kalo kami hanya ingin kawasan ini tertata untuk tidak marginal (kumuh) akibat kekakuan aturan selalu membelengu warga kami yang selalu alasan klasik bukan milik pemda DKI.

Kami warga DKI kewajiban kami telah kita penuhi sesuai aturan pemerintah tapi bicara hak revitalisasi prioritas problematika hingga kini hanya menjadi angin surga dari tuntutan perbaikan phisik hanya “bulshiit”, tutup Bimbim.

(Nanorame)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap