1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Tim Tabur Kejati Kalbar Ringkus Buronan Terpidana Korupsi

oleh
6.4K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Terpidana Syafini Samsudin bin Samsudin hanya tertunduk malu saat tim tangkap buronan alias Tim Tabur bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, berhasil meringkusnya.

Kala itu Syafini Samsudin dibelenggu pada Selasa, (02/02/21), sekitar pukul 17.30 Wib bertempat di Jalan Sutoyo Kafe Padmi, Kalbar.

Sebenarnya Tim Intelijen Kejati Kalbar sudah mengetahui keberadaan Samsudi. Mahfum pelaku korupsi ini kerap berpindah-pindah tempat persembunyian agar tidak terlacak petugas kejaksaan.

Gambar

Namun ibarat pepatah: sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Benar saja, ketika Samsudin tengah berada Kafe Padmi di Jalan Sutoyo. Secepat kilat Tim Tabur, bergerak menuju ke Kafe Padmi dimana pada saat itu terpidana sedang menyeting peralatan sound system. Dan tanpa perlawanan, Tim Tabur langsung melakukan penangkapan dan membawa terpidana Samsudin ke ruang Intelijen Kejati Kalbar untuk dilakukan identifikasi dan introgasi.

Menurut keterangan pimpinan Kejati Kalbar, DR Masyhudi SH MH, menuturkan bahwa terpidana Syafini Samsudin Bin Samsudin, merupakan terpidana korupsi Dana Desa (DD) Sungai Bemban Kabupaten Kubu Raya yang telah divonis bersalah tingkat kasasi oleh Mahkamah Agung pada tanggal 23 Agustus 2011, dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp25 juta, subsidair satu tahun kurungan badan.

“Kami menghimbau dan mengajak peran masyarakat dan turut membantu atau menginformasikan jika mengetahui keberadaan buronon untuk menyampaikan informasi kepada Kejati Kalbar dan daftar pencarian prang (DPO) / Buronon Kejati Kalbar dapat dilihat website resmi Kejati Kalbar yaitu: https://kejati-kalbar.go.id/, Dengan penangkapan ini akan memberikan efek psikologis kepada buronan lainnya sedangkan yang belum tertangkap hanya masalah waktu saja dan mengingatkan kepada para buronon,” pungkas Masyhudi.

(Sofyan Hadi)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap