Oleh: Letkol Sus Giyanto
MOMENT ramadhan adalah sebagai bulan edukasi, yang bertujuan untuk merubah manusia menjadi lebih baik. Baik dari segi amal ibadah, perilaku (akhlaq/mora/), dan hubungan sosial. Inilah ending dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan, yaitu terwujudnya orang yang bertaqwa (La’alakum tattaquun).
Pribadi-pribadi muttaqin inilah tentu menjadi harapan atau cita setiap insan yang beriman, karena drajad taqwa ini sungguh sangat mulia dihadapan Allah SWT. Tidak ada derajad-derajad lain yang paling mulia disisi Allah swt. selain taqwa. Sebagaimana dalam QS. Al-Hujarat ayat 13. Artinya “Sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling taqwa di antara kalian”.
Derajad taqwa ini tidak semudah yang kita bayangkan, namun dengan penuh rasa kasih sayangnya, Allah SWT. maka kita diberikan kesempatan selama masih hidup di dunia, yaitu dengan memberikan sarana berupa ibadah secara umum agar kita tetap berusaha untuk menjadi orang yang bertaqwa.
Maka berkaitan dengan Taqwa ini, Allah SWT. menerangkan didalam QS. Al-Anfaal, ayat 29, artinya “Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Sehingga ayat ini adalah ketika Allah SWT menyerukan kepada orang beriman, apabila bertaqwa kepada Allah, yakni melaksanakan segala perintah-nya dan menjauhi segala larangan-nya. Maka Allah berjanji akan memberikan kepada manusia berupa :
1. Furqan, yaitu dengan adanya furqan tersebut, manusia dapat mengetahui dan membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Dengan furqaan manusia akan mendapat cahaya nurani yakni jalan keluar yang memisahkan seseorang dari krisis dan kesulitan yang dihadapinya. Selain itu, maka manusia mendapatkan bimbingan dalam kegelapan, sehingga dapat memilih dan menempuh yang baik dan benar.
2. Allah akan menghapuskan segala kesalahanmu yaitu dengan menutupi kesalahan-kesalahan tersebut di dunia. Selain itu Allah juga menghapuskan kotoran-kotoran yang tersisa akibat dosa-dosa dari dalam jiwa, sehingga hilanglah dari dalam jiwa ajakan untuk kembali kedalam dosa-dosa.
3. Allah SWT. akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu, ini sebagai konskuensi orang yang bertaqwa, dan pada hari kiamat nati akan penuh dengan kelembutan dan kebaikan-Nya.
Demikianlah melalui ayat ini semoga AllahSWT. memberikan pahala yang besar bagi orang yang bertaqwa kepada-Nya dan lebih memilih keridhaan Allah daripada hawa nafsunya. Ini semua merupakan karunia dari Allah yang maha pemurah bagi hamba-hamba-Nya yang taat dan bertakwa serta menjauhkan diri dari segala yang dapat mendatangkan kemurkaan-Nya.
Semoga apa yang menjadi tujuan dan harapan kita bersama dalam menjalankan ibadah puasa ramadhan ini, yaitu terwujudnya pribadi-pribadi yang bertaqwa, senantiasa Allah SWT. meridloinya, aamiin ya robbal ‘alamiin…






