Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Rakyat Tangguh untuk Tumbuh: Sukseskan PPKM untuk Negara

oleh
Dr. Ir. Kuntjoro Pinardi – Penggiat Manajemen Risiko dan Tatakelola, yang juga Sekjen IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie) dan Dewan Pembina Gerakan Relawan Untuk Demokrasi (GARUDA). (Dok. Pribadi)
3K pembaca

Opini, sketsindonews – Sudah 16 bulan bangsa Indonesia mengalami bencana wabah penyakit Corona. Pembawa penyakit Corona ini berukuran sangat kecil dan tidak tampak oleh penglihatan manusia.

Karena ukuran yang sangat kecil virus pembawa penyakit ini dapat masuk kedalam tubuh manusia dengan mudah melalui saluran udara dan sel-sel mata ataupun sel-sel dalam hidung.

Virus ini bisa sangat cepat berkembang melalui udara terbuka dan menulari manusia lain disekitar orang yang terinfeksi.

Gambar

Proses penularan yang sangat cepat ini membuat banyak orang pada satu lokasi terkena wabah dengan cepat.

Virus dalam badan manusia ini bisa mati sendiri ketika manusia terpapar itu mempunyai daya tahan tubuh atau imunnya besar sekali, tetapi virus ini juga bisa mematikan ketika virus ini berkembang di paru-paru. Paru-paru yang terpapar viirus ini merespons dengan cara mengeluarkan antibodi sitokin yang banyak, sehingga mengakibatkan sel parunya meradang dan berakhir dengan matinya sel paru tersebut. Matinya sel paru inilah yang membuat manusia terpapar virus meninggal dunia.

Proses bagaimana virus ini tidak berpindah dari satu orang ke orang lain, hanya bisa dilakukan ketika orang terpapar dan orang sehat tidak saling bertemu.

Pengendalian pertemuan antar manusia hanya bisa terjadi setiap orang secara bertanggung jawab tidak keluar rumah dan tetap melakukan aktivitasnya di rumah saja.

Presiden Indonesia Joko Widodo baru saja pada awal Juli 2021 ini mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah daerah. PPKM Darurat mulai berlaku sejak tanggal 3 Juli hingga Selasa, 20 Juli 2021 mendatang.

Program pembatasan pergerakan orang diatur sedemikian rupa, hanya masyarakat yang bekerja di sektor kritikal bisa bergerak dengan bebas tetapi mereka semua harus tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM ini dikarenakan laju pertambahan warga terpapar virus perharinya terus bertambah di akhir Juni 2021 kemarin dan belum ada kecenderungan berkurang.

Laju bertambahan virus harus dihambat dan dikurangi. Proses penghambatan kenaikan virus hanya bisa terjadi jika tidak ada masyarakat lagi yang tertular dari orang-orang yang sudah terpapar Corona.

Kebijakan PPKM memang membuat pertumbuhan ekonomi melambat dan bahkan tidak ada laju tumbuh sama sekali dan bahkan tumbuh negatif.

Program ekonomi tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah semata tetapi masyarakat tentunya bisa bersama-sama bisa saling bahu membahu bagaimana ekonomi bisa tumbuh dalam kondisi pandemi ini.

Salah satunya konsep gotoroyong ekonomi bisa kita bangkitkan kembali dengan cara sebagian masyarakat pemilik penghasilan tetap baik sebagai pegawai pemerintah atau BUMN atau swasta lainnya bisa dengan bijak membelanjakan kebutuhan hariannya.

Dana belanja hariannya bisa digunakan untuk membeli makanan dan sembako dari warung masyarakat sekitar tempat tinggalnya masing-masing.

Kondisi pandemi Corona saat ini tidak menghambat kita semua untuk berkarya nyata dalam gerak harmoni bangsa. Tidak kurang dari 2 juta penduduk Indonesia pernah terpapar penyakit ini dan diperkirakan sudah 80 ribu orang meninggal dunia akibat pandemi Corona.

Kebersamaan kita dalam masyarakat harus menjadi satu, ketika Presiden meminta kita diam dan tidak berpergian. Kita rela tidak kemana-mana, semua ini kita lakukan demi kebaikan bersama sesama warga.

Dengan cara selalu bersama dalam kehidupan bermasyarakat antar sesama warga di lingkungan tinggal ini, kita bangsa Indonesia membangkitkan kembali salah satu ajaran presiden pertama kita Bung Karno.

Bersama Wong Cilik Bung Karno belajar kehidupan dan membentuk jiwa kepemimpinannya. Bung Karno sejak masa kanak-kanaknya selalu memperhatikan kondisi lingkungan Dia tumbuh. Dalam jiwa seorang Bung Karno rasa keberpihakan kepada masyarakat wong cilik sudah menjadi kesatuan dalam rasa, pikiran dan tindakan nyata.

Di masa pandemi Corona ini keberpihakan kepada sesama yang terhambat dalam masalah ekonomi harus menjadi ciri-ciri manusia Indonesia sejati.

Tidak terbatas pada rasa iba, tetapi tindakan-tindakan kecil dan nyata sebagai warga negara Indonesia harus kita lakukan secara bersama-sama.

Presiden Joko Widodo bersama kita semua akan segera membuat ekonomi Indonesia bangkit dan tumbuh. Tumbuhnya ekonomi hanya bisa dilakukan oleh manusia-manusia Indonesia yang tangguh, bergerak bersama untuk menurunkan laju pertumbuhan virus Corona ini.

Bersama-sama presiden Joko Widodo kita rayakan kemerdekaan Indonesia yang ke 76 tahun untuk menatap masa depan Indonesia yang tumbuh atas ketangguhan insan merdeka INDONESIA. Indonesia akan tumbuh berkembang karena kita bangsa yang TANGGUH.

Oleh: Dr. Ir. Kuntjoro Pinardi – Penggiat Manajemen Risiko dan Tatakelola, yang juga Sekjen IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie) dan Dewan Pembina Gerakan Relawan Untuk Demokrasi (GARUDA)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap