1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Pemkab Pamekasan Pakai Kantor IBI Tampung Pasien Covid-19 dan Ibu Melahirkan

oleh
24K pembaca

Pamekasan, sketsindonews – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, akan memakai Kantor Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk menampung pasien Covid-19 dan Ibu hamil yang hendak melahirkan normal.

Hal tersebut dilakukan untuk terus memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat di tengah membeludaknya pasien Covid-19 yang masuk rumah sakit setempat.

Sebab belakangan banyak pasien yang masuk rumah sakit di Pamekasan harus ditolak lantaran fasilitas yang ada tidak bisa menampung mereka, termasuk ibu hamil yang hendak melahirkan.

Gambar

“Dengan demikian pemerintah daerah melakukan beberapa langkah inovatif agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap maksimal,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dalam rapatnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Achmad Marzuki mengatakan khusus pasien ibu hamil rumah sakit umum daerah (RSUD) sudah menambah 9 bed. Sementara di kantor IBI Cabang Pamekasan yang terletak di Desa Buddagan Kecamatan Pademawu akan disulap menjadi tempat persalinan.

“Untuk yang kantor IBI itu nantinya akan dijadikan tempat persalinan ibu hamil yang terpapar covid-19 tetapi normal. Kalau di rumah sakit (RSUD Smart, red) untuk ibu hamil dengan resiko, baik covid-19 atau tidak. Tetapi kalau ibu hamil yang tidak covid-19 tetap di puskesmas,” kata Marzuki.

Ia menjelaskan, tambahan sarana untuk ibu hamil di kantor IBI rencananya akan disediakan 30 bed. Namun, beberapa ruangan dan tempat lainnya saat ini sedang direnovasi agar segera bisa ditempati.

“Bahkan tambahan bed itu bisa berubah, setiap hari bisa berubah,” sambungnya.

Ia berharap masyarakat bisa memahami adanya keterbatasan sarana dan prasarana rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya di tengah membeludaknya pasien Covid-19 seperti saat ini.

“Kami juga mohon untuk saling menjaga agar Covid-19 ini tidak tambah banyak. Supaya masyarakat tidak kesulitan mencari fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan juga tidak kesulitan menampung masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19,” harapnya.

Ia memungkasi, upaya yang harus dilakukan untuk memutus penyebaran covid-19 dengan senantiasa mematuhi protokol kesehatan (prokes). Salah satunya memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

(nru/yht)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap