Jakarta, sketsindonews – Warga ogah vaksin nantinya semakin sedikit diharapkan oleh pemerintah “herd immunity” masyarakat akan tercipta seiring peningkatan program vaksin diikuti warga sadar untuk berpartisipasi aktif.
Bagaimana warga tak mau vaksin, dipastikan akan semakin sedikit dan pemerintah nantinya akan lakukan beberapa aturan seiring vaksinasi menjadi syarat utama bagi masyarakat untuk lakukan interaksi baik secara sosial dan ekonomi, ujar Danang Sasongko pengamat sosiologis.(16/9)
“Mereka warga ogah vaksin nantinya akan menjempit dirinya pula selain nantinya justifikasi bagi dirinya karena aturan itu diberlakukan dalam kepentingan memutus mata mata rantai covid di ruang publik.”
Seperti apa nantinya semua sarana pemerintahan, pusat belanja, pasar tradisional, modern dan sarana publik, tempat kongkow menjadi syarat penting warga tak vaksin menjadi terbatas.
Saat ini saja semua fasilitas publik tak bisa masuk tampa memiliki kartu vaksin atau memiliki barcode pedulilindungi bagi warga tak mau vaksin secara perlahan terkucil oleh sebuah aturan terkecuali ada surat rekomendasi keterangan diri kenapa tak bisa vaksin dengan alasan kesehatan dari sebuah lembaga kedokteran.
Sarana umum publik nantinya akan dibekali alat scanner barcode apapun bentuknya ini menjadi syarat Indonesia menuju endemi untuk lakukan restrukrisasi ekonomi saat pandemi covid tidak bisa diprediksi kapan bisa hingga selesai, pungkas Danang.
Kehidupan untuk menyatu dengan virus nantinya menjadi kebiasan dalam prilaku kehidupan masyarakat bagi masyarakat tak ikut dalam peran ikut vaksinasinya tentunya tergilas oleh kebijakan pemerintah bahwa kartu vaksin syarat penting saat ekonomi mulai dilakukan untuk mulai berjalan menuju new normal.
Sebut saja nantinya warga mengurus surat apapun nantinya ini berlaku bagi kepemilikan kartu vaksin hingga ingin melamar pekerjaanpun menjadi syarat, tandasnya.
Tinggal nantinya pemerintah dan swata menyediakan sarana tes scanner peduli lindungi untuk menjadikan sarana penting bagi warga untuk lakukan kegiatan dan berinteraksi, papar Danang.
Sementara seorang warga Lina (34) mengatakan saat ini diakuinya kami mau ke mall atau pasar sudah diberlakukan ini.
Kami kuatir saja nantinya bisa kami tak bisa kemana – mana jika tak memiliki kartu vaksin akhirnya kami terbelengu akibat termakan “hoaks”.
Makanya kami sekeluarga sudah vaksin dan memiliki pedulilindungi, saat ini kami bisa tenang selain “herd immunity”kami telah terjaga dengan optimis untuk hidup kedepan.
Bisa saja nantinya fasilitas publik saat new normal hingga “Toilet Umum” pun menggunakan alat scanner vaksin menjadi syarat repot juga. Masak ! Kami mau pipis saja tersendat disebabkan kami tak memiliki kartu vaksin apa yang dianjurkan pemerintah di saat kondisi pandemi.
Kami juga menilai nantinya vaksin bisa saja diberlakukan bayar oleh pemerinah seperti Antigen, PCR ini menjadi repot lagi bagi kami, mumpung gratis maka kami ikut berpartipasi sesuai himbauan, tutupnya.
(Nanorame)







