Titah Presiden Terkait Mafia Tanah, Ini Respon Polri

oleh
24.6K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan mengusut tuntas terkait kasus-kasus mafia tanah dan tidak akan mundur meskipun ada aparat yang bekingi dibelakangnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Rusdi Hartono mengatakan, Presiden telah mendorong kepolisian untuk tidak ragu dalam mengusut kasus tindak pidana mafia tanah siapapun pihak yang membekingi.

“Tentunya tentunya dan pasti instruksi dari Presiden akan kami laksanakan, untuk memberikan kepastian kepada masyarakat” kata Rusdi di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/9/21).

Gambar

Ia menegaskan, tidak akan mundur meskipun ada aparat yang membekingi para mafia tanah. “Oh gak akan mundur, kita tegakan hukum” tegasnya.

Rusdi juga menjelaskan, instruksi dari Presiden
didengar oleh semua kasatwil yakni, Kapolda, Kapolres dan Kapolsek, mendengar semua dan akan melaksanakannya.

Kendati demikian, Ia mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan yang berhubungan dengan mafia tanah.

“Silahkan aja, kalau ada laporan-laporan hubungan mafia tanah, laporkan. Sudah jelas instruksi presiden dan sudah pasti polri akan menegakan hukum” ucapnya.

Azas equality before the law, Rusdi bilang, bahwa siapapun sama dihadapan hukum yang berlaku. Equality before the law pasti berjalan.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus tindak pidana mafia tanah di seluruh Indonesia.

“Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian khusus Bapak Presiden, dan saya diperintahkan Bapak Presiden untuk usut tuntas masalah mafia tanah,” kata Sigit.

Sekedar informasi, Presiden Jokowi menegaskan pemerintah terus berkomitmen mewujudkan kepastian hukum yang berkeadilan. Dia lantas berbicara soal rapat kabinet yang sudah digelar berkali-kali membahas konflik agraria ini. Selain itu, Jokowi kerap mengundang kepala daerah untuk menyelesaikan kasus konflik agraria.

“Saya juga sudah beberapa kali mengundang organisasi masyarakat sipil untuk berdiskusi mengenai opsi-opsi pilihan-pilihan dalam penyelesaian setiap kasus tanah yang ada, banyak konflik telah berlangsung lama bahkan sangat lama. Ada yang puluhan tahun, bahkan sampai 40 tahun, tetapi masalahnya tidak selesai-selesai,” beber Jokowi. (Fanss)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap