1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Pasca Ikut Pelatihan, Semua Peserta Linting Rokok Langsung jadi Karyawan Pabrik

oleh
5K pembaca

Pamekasan, sketsindonews – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, resmi mempekerjakan semua peserta pelatihan melinting di tiga perusahaan rokok, di antaranya PR Ayunda, SHM Jaya, dan SS Jaya Raya, dengan total jumlah peserta 60 orang.

Kepala DPMTSP Naker Pamekasan Supriyadi mengatakan, peserta pelatihan tiap PR berjumlah 20 orang. Pada Senin (27/9), semua peserta sudah resmi jadi buruh pabrik sesuai dengan kontrak kerja yang tertuang dalam Memory of Undasthing (MoU).

“Kegiatan pelatihan linting rokok sudah selesai dilaksanakan selama 10 hari. Semua peserta sesuai perjanjian kerja sama langsung diambil tenaga kerja, di perusahaan masing-masing,” kata Supriyadi saat dihubungi, Senin (27/9).

Gambar

Menurutnya, kegiatan pelatihan tersebut bersumber dari dana DBHCHT, dengan ronda kegiatan tahap satu. Selanjutnya akan dilanjut pada tahap dua dan tiga, dengan menarget 220 orang jadi tenaga kerja buruh pabrik hingga bulan November.

“Tahap dua nanti, tetap diikuti di tiga pabrik ini. Kegiatan ini diharap dapat berjalan lancar sesuai rencana pemerintah, artinya pada bulan Oktober akhir atau minimal bulan November awal semua kegiatan pelatihan yang bersumber dari dana DBHCHT sudah bisa selesai,” ujarnya.

Ia meminta kepada para peserta yang sudah jadi tenaga kerja di perusahaan rokok tersebut agar memenuhi hak dan kewajiban sebagaimana layaknya seorang karyawan. Akan tetapi bila upah kerja tidak sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK), yakni Rp1,9 juta, pihaknya meminta perusahaan bersangkutan bisa membuat kontrak kesepakatan.

“Sehingga di kemudian hari, perusahaan bersangkutan tidak ada masalah,” tegasnya.

Terpisah, Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Pamekasan, Sri Puji Astutik mengatakan, pelatihan linting rokok menjadi program pemerintah dari anggaran BHCHT yaitu di bidang kesejahteraan masyarakat meningkat keterampilan buruh dan produksi rokok.

“Dana BHCHT untuk pendidkan dan pelatihan, agar bisa membantu perusahaan rokok dalam rangka meningkatkan produksi tembakau dan mengatasi kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang terampil dalam pelitingan rokok,” jelasnya.

Ia berharap, perserta pelatihan ini mengikuti sesakma selama 10 hari agar mendapat ilmu dan keterampilan bagaimana melinting dengan baik. Sebab dengan karya berkualitas, selain mendapatkan pendapatan, juga menundukung tiingkat produksi rokok dan kemajuan perusahaan. (nru/nky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap