Jakarta, sketsindonews – Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Bambang Karsono mengimbau seluruh jajaran dosen di bawah naungan instansinya agar senantiasa melaksanakan peran tugas tri dharma perguruan tinggi, termasuk dalam mengasah penelitian.
Sebab penelitian menurutnya, banyak hasil yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni termasuk mengembangkan dunia pendidikan secara menyeluruh.
Hal tersebut disampaikan Bambang pada saat memberikan sambutan “Coaching Clinic Penyusunan Proposal Hibah Penelitian Kemendikbud Ristek Anggaran 2022 Bidang Eksakta” yang diselenggarakan Lembaga Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Publikasi (LPPMP) Ubhara Jaya, Kamis (30/9).
Menurut Bambang, kewajiban seorang dosen di bidang akademik, melaksanakan pengajaran di dalam kelas menyampaikan materi serta meningkatkan kapasitas mahasiswa terhadap perkembangan keilmuan.
“Dalam usaha meningkatkan atmosfer penelitian di perguruan tinggi, banyak hibah penelitian yang ditawarkan oleh pemerintah maupun swasta, salah satunya adalah hibah Kemendikbud Ristek,” kata Bambang.
Hibah Kemendikbud Ristek sendiri merupakan sebuah bentuk dukungan dari pemerintah dalam rangka memfasilitasi perguruan tinggi untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Terdapat tiga skema sistem pendanaan yang sudah dibentuk oleh Kemendikbud Ristek; pertama program kompetitif nasional, kedua program desentralisasi dan ketiga program penugasan. Semua program tersebut memiliki ketentuan dan persyaratan yang wajib dipenuhi,” ujar Doktor pada bidang Ilmu Pemerintahan itu.
Ia juga berpendapat tidak hanya konten, namun kelayakan administrasi dan profil ketua peneliti merupakan persyaratan yang wajib diikuti sejak peneliti menyusun proposalnya, termasuk kelayakan penggunaan anggaran dalam rangka mewujudkan luaran yang dijanjikan.
“Dalam hal ini tidak hanya luaran publikasi, tetapi juga diharapkan adanya luaran lain bagi pembangunan bangsa. Dana menjadi hal yang penting dalam rangka mewujudkan luaran yang memadai, oleh karenanya Kemendikbud Ristek menyiapkan dukungan pendanaan tersebut,” jelasnya.
Ubhara Jaya melalui LPPMP, kata Bambang, senantiasa memberikan motivasi, pemahaman dan pengetahuan terkait teknis pembuatan proposal penelitian dengan mengundang para narasumber yang sangat berkompeten.
“Ini adalah salah satu upaya Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian bagi para dosen,” ujarnya.
Secara umum, sambungnya, penelitian dapat diklasifikasikan dalam dua bidang; eksakta dan non eksakta, dimana kedua klasifikasi penelitian tersebut memiliki tujuan dan capaian tersendiri.
Dari itu ia meminta pada semua dosen Ubhara Jaya yang eligible untuk bersama-sama mengusulkan proposalnya sampai dengan gagasan inovasi yang nantinya dapat dibuat hak paten. (nru/skt)






