APHT Minta Pemerintah PR di Pamekasan Beri Peran Kelola DBHCHT

oleh
5.9K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Asosiasi Pengusaha Hasil Tembakau (APHT) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, meminta pemerintah daerah agar memberikan peranan kepada sejumlah Perusahaan Rokok (PR) di Bumi Gerbang Salam dalam mengelola program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Humas APHT Pamekasan Bambang Budianto mengatakan, peranan yang diminta tersebut berupa pemerataan program pelatihan melinting rokok yang tidak hanya melibatkan beberapa PR. Sebab menurutnya, melalui dana DBHCHT 2021 hanya ada tiga PR yang mendapatkan program pelatihan melinting.

“Saat ini yang diakomodir pemerintah hanya tiga PR. Berharap nanti ke depan PR lain juga diberi peranan, sehingga pengentasan angka pengangguran dapat teratasi melalui program pemerintah yang bekerja sama dengan PR,” kata Bambang, Jumat (8/10).

Gambar

Ia menyampaikan, jumlah PR secara keseluruhan di Pamekasan yang tergabung dalam APHT sebanyak 40 PR. Dari itu bila pemerintah terus menggandeng PR untuk penyerapan dana DBHCHT, pihaknya menilai justru akan lebih produktif. Apalagi belakangan, karyawan PR mulai banyak dibutuhkan.

“Program pelatihan melinting hanya baru sekarang, kalau tahun sebelumnya tidak ada. Semoga ini bisa jadi program serius pemerintah dalam bekerja sama dengan PR,” ujarnya.

Terpisah, Kepala DPMTSP Naker Pamekasan Supriyadi mengatakan, salah satu pengelolaan dana DBHCHT 2021 untuk menyerap tenaga kerja perusahaan rokok yakni dengan memberikan program pendidikan dan pelatihan melinting. Dari itu pemerintah melakukan kontrak kerja sama dengan tiga PR, di antaranya PR Ayunda, SHM Jaya, dan SS Jaya Raya.

Setiap PR tersebut dapat peserta sebanyak 20 orang sebagaimana yang sudah direkom pemerintah dengan jenjang waktu pelatihan sekitar 10 hari. Saat pelatihan mereka mendapatkan pembinaan kerja dari perusahaan untuk menguasai teknik dan item kerja. Setelah itu jika cara kerjanya sudah memenuhi standar, maka mereka diloloskan dan diangkat sebagai karyawan pabrik.

“Kegiatan pelatihan linting rokok sudah selesai dilaksanakan selama 10 hari. Semua peserta sesuai perjanjian kerja sama langsung diambil tenaga kerja, di perusahaan masing-masing,” kata Supriyadi.

Menurutnya, kegiatan pelatihan tersebut merupakan kegiatan tahap satu. Pelatihan akan digelar hingga tahap tiga dengan target bulan November sudah selesai dan menyerap 220 orang jadi tenaga kerja.

“Tahap dua nanti, tetap diikuti di tiga pabrik ini. Kegiatan ini diharap dapat berjalan lancar sesuai rencana pemerintah, artinya pada bulan Oktober akhir atau minimal bulan November awal semua kegiatan pelatihan yang bersumber dari dana DBHCHT sudah bisa selesai,” ujarnya.

(nru/skt)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap