Jakarta, sketsindonews – Pendirian Musholah di lingkungan setiap Kantor Kecamatan Kelurahan menjadi satu kebutuhan ruang publik untuk memberikan satu layanan sarana ibadah di Kantor Pemerintah DKI Jakarta.
Agak heran jika saat ini layanan Kantor milik pemerintah tidak ada Musholah, dimana saat ini sudah banyak para Lurah, Camat membangun sarana ini di beberapa wilayah, ujar satu Tokoh Masyarakat H. Giri Kecamatan Kemayoran.
“Ini telah menjadi trend dan “need” sudah saatnya pamong lakukan sesuatu perubahan lingkungan Kantor ada sebuah tempat ibadah untuk publik.”
Bagaimana ? bila masih ditemukan ada Kantor Lurah Camat tidak memiliki sarana Musholah. Sebaiknya harus menjadi catatan penting bagi pimpinan Walikota.
Dimana seorang pamong diwilayah harus peka secara religius membangun sebuah kebutuhan sarana ibadah bagi publik itu sangat penting ! dalam lingkup Kantor Pelayanan.
Membangun Musholah bukan saja menjadi investasi akhirat bagi para (ASN) melainkan mengajak “kolaborasi” dengan lingkungan, “jangan menjadi alasan tak ada space dalam pemanfaan lahan di Kantor Lurah Camat,” papar H.Giri.
Karya PPSU Musholah Al-Ikhlas
Penyusuran media Musholah Al-Ikhlas Kelurahan Kebon Sirih kini telah hampir rampung dan bisa dioptimalkan warga urus layanan ibadah sholat bagi warga.
Setelah 8 bulan berjalan Musholah Al-Ikhlas di rancang bangun oleh ARUS ( Amin, Rahmat, Udin, Sean) anggota PPSU sekaligus menjadi inisiator pembangunan Musholah.
ARUS dkk lakukan kolaborasi dengan karya tangan terampilnya dengan di dukung Ibu Lurah, peran ASN lain dalam menciptakan target rampungnya sebuah Musholah di lingkungan kantor, ucap Lurah Kebon Sirih Syamsul Ma’arif.(1/11)
Lurah Syamsul kerap disapa si “Babe” ini menuturkan kembali, tak mudah kondisi pandemi ini kita semua masih bisa untuk membuat sebuah sarana ibadah seluas 50 M persegi di lingkungan Kantor.
Ini sudah menjadi satu tekad bulat dengan kontuksi bangunan 2 lantai dan ada ruang istirahat untuk PPSU usai bekerja di lapangan, ucapnya.
Namun, kini bisa selesai karena hasil kolaborasi semua pihak tokoh wilayah ikut cawe – cawe seperti Kordinator Forum RW Edo, Haji Karel, H. Anto serta dorongan dari Bazis DKI Jakarta, tutup Babe.
(Nanorame)









