Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Terimakasih Panglima TNI

oleh
4.4K pembaca

Jakarta, sketsindonews – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 8 Desember 2017 akan segera mengakhiri masa tugas pengabdiannya sebagai Panglima TNI dan memasuki masa purna bakti sebagai prajurit aktif TNI.

Dengan demikian Marsekal TNI Hadi Tjahyanto merupakan Panglima TNI dengan masa jabatan sebagai Panglima TNI terlama saat ini.

Marsekal Hadi dinilai banyak pihak telah sukses mengemban amanat sebagai pucuk pimpinan TNI yang mempunyai wewenang komando operasional militer untuk menggerakkan pasukan atau alat Negara. Berbagai prestasi yang luar biasa harus diakui berhasil ditorehkan selama kepemimpinannya.

Gambar

Diantaranya yang paling terasa langsung kepada seluruh prajurit TNI adalah meningkatnya kesejahteraan dengan meningkatnya persentase remunerasi dan bertambahnya ruang jabatan baru yang berhasil memecah stagnasi regenerasi dan jabatan kolonel maupun perwira tinggi TNI.

Berlakunya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi solusi cepat untuk menyerap ratusan perwira tinggi dan perwira menengah yang selama ini tidak memiliki jabatan atau nonjob di AD, AL dan AU. Konsekuensi dari penambahan ruang jabatan, kini jumlah pati di Mabes TNI, Mabes Angkatan Darat, Mabes Angkatan Laut  dan Mabes AU bertambah signifikan.

Tentunya kondisi ini tidak terlepas dari perjuangan dan pemikiran Panglima TNI yang terkenal brilian dalam hal strategi dan operasi militer sehingga pada akhirnya memang sangat layak jika dianugerahkan  gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa (HC) dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo pada 20 september 2019 lalu.

Keunggulan diplomasi dalam berbagai bidang patut diacungi jempol dan memang menjadi salah satu kelebihan yang membuatnya mampu mengawal proses Pemilu berjalan dengan aman dan lancar ditengah keras dan panasnya kompetisi pemilu saat itu.

Berbagai organisasi baru TNI sudah berhasil dibentuk dan sebagian lagi sudah berhasil dikembangkan lebih besar dan semakin berkualitas.

Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Markas Kogabwilhan II di Penajam Paser, Kalimantan Timur dan Markas Kogabwilhan III di Timika, Papua telah diresmikan dan siap difungsikan untuk menjaga kedaulatan Negara RI.

Pembentukan tiga satuan baru di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yakni Komando Operasi Khusus (Koopssus), Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan), dan Pusat Informasi Maritim (Pusinfomar), mewujudkan organisasi TNI yang adaptif, dan mampu menghadapi berbagai kompleksitas spektrum ancaman luasnya wilayah tanggung jawab secara geografis.

Pembentukan Koopssus TNI seiring dengan maraknya aksi radikalisme dan terorisme. Sedangkan Kogabwilhan TNI untuk mengatasi setiap potensi ancaman dan trouble spot di wilayah tanggung jawab masing-masing.

Sementara pembentukan Pusinfomar TNI sebagai upaya menjalin sinergitas kementerian, lembaga maupun negara-negara di kawasan dalam menghadapi kompleksitas aktivitas dan permasalahan maritim.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah  pencapaian 11 program prioritas TNI yang dirancang untuk dapat menghadapi dinamika perkembangan lingkungan strategis dan tantangan tugas TNI ke depan.

Antara lain revitalisasi dan percepatan program-program Minimum Essential Force (MEF); penyempurnaan organisasi TNI; pengembangan SDM TNI; pembangunan TNI AD menjadi kekuatan terpusat, kewilayahan dan pendukung; pembangunan TNI AL dengan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Pembangunan TNI AU untuk mencapai air supremacy atau air superiority; pembentukan Pasukan Khusus Tri Matra; pengembangan Sistem Operasi Tri Matra yang berbasis teknologi berkemampuan Network Centric Warfare; pengembangan diplomasi militer; serta sistem pengadaan alutsista berbasis Effect-Based and Interperability.

Konsep tri matra terpadu hanya dapat terwujud dengan memperkokoh interoperabilitas ketiga angkatan untuk merespon berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara, keutuhan wilayah, keselamatan bangsa dan negara atau dalam menghadapi tantangan Indonesia ke depan yang semakin kompleks.

Analis Kebijakan Pertahanan, Esra Kriahanta Sembiring menyampaikan berbagai strategi dan solusi yang telah dirancang dan dilaksanakan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto selama ini menjadi bukti keperduliannya yang luar biasa bagi kemajuan organisasi TNI dalam optimalisasi tugas pokoknya menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. 

Semua rencana program untuk pengembangan TNI sudah sesuai dan sukses dituntaskan. Dengan demikian diharapkan akan semakin mempercepat pencapaian MEF pada periode kepemimpinan Panglima TNI yang baru Jenderal TNI Andika Perkasa yang akan segera dilantik oleh Presiden Joko Widodo.

Terimakasih Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto.

(Eky)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap