Manokwari, sketsindonews – Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkap, dalam sepekan ini terdapat 21 kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus cukup signifikan. Teluk Wondama di Papua Barat masuk di sana.
Nadia mengatakan perlunya peningkatan pengawasan kasus harian Covid-19, pelacakan kontak erat yang diikuti dengan tes untuk pencegahan agar tidak terjadi kenaikan level situasi pandemi di Indonesia. “Kesiapsiagaan juga dilakukan di hilir dengan memastikan ketersediaan tempat perawatan isolasi dan intensif, stok obat dan juga ventilator serta oksigen,” katanya.
Hal tersebut membuat Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, terkejut mendapati cakupanvaksinasi Covid-19 di lingkungan Pemerintahannya hingga akhir November 2021 baru mencapai 30 persen. Artinya warganya yang belum divaksin masih 70 persen.
“Aparat negara seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat untuk taat protokol kesehatan dan vaksinasi,” tegasnya pada Rabu (1/12/21) lalu.
Dominggus mengatakan, tidak ada alasan bagi pegawai di provinsi yang dipimpinnya untuk tidak divaksin. Alasannya, kekebalan kelompok di lingkungan kerja dan masyarakat Papua Barat harus tercapai. “Bagi ASN di lingkungan pemerintah provinsi Papua Barat wajib divaksin,” kata dia.
“Yang belum divaksin wajib datang. Ini perintah!” katanya pada Kamis (2/12/21).
Menurut data yang dilaporkan Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan, cakupan vaksinasi Covid-19 di provinsi itu per 29 November 2021 mencapai 43 persen dosis pertama. Sedang yang sudah menerima dosis sebanyak 23,3 persen dari target.
(red)






