Oleh: Esra K. Sembiring, Pengamat Politik Kebijakan Publik
Politik harus diakui memang unik, perlu waktu khusus untuk mampu memahami ilmu politik dengan dinamika khasnya. Tidak terkecuali bagi siapa saja bahkan yang pernah berguru ilmu politik di UGM sekalipun masih ada saja yang gagal paham mengurai benang kusut apalagi menarik benang merah dari abstraksi intrik politik yang absurd seperti yang mengemuka saat ini.
Sebuah klarifikasi menjadi tidak penting apakah sudah semakin menjelaskan atau malah penjelasannya jadi membingungkan. Seperti Sirekap atau siapapun itu. Itulah politik, makanya tidak heran bila dalam beberapa talkshow ditelevisi para ahli pelaku politik seakan menjadi tertuduh yang pura-pura tidak tau fakta politik.
Subjektifitas tentang siapa yang benar apakah memang sulit penjelasannya ?.
Harus ada orang pintar atau maha guru besar yang ikhlas mengambil resiko peran ini.
Semua kita harus bisa disadarkan bahwa dalam politik, tidak ada musuh atau teman yang abadi, kepentingan lah yang abadi. Idiom politik yang terkenal dan diakui sejak dari awal lahirnya faham demokrasi.
Karena itu fanatisme sempit dalam masyarakat harus dihindari dan juga harus disadarkan agar fokus pada pemikiran yang cerdas untuk kepentingan nasional yang lebih besar. Yaitu menempatkan kepentingan bangsa diatas kepentingan kelompok demi keutuhan persatuan bangsa Indonesia yang heterogen.
Karena itu seluruh pihak wajib menghimbau kepada masyarakat politik pendukungnya bila polemik menjadi keras tidak terkendali agar sama-sama mengedepankan azas taat hukum dan mengutamakan jalur musyawarah secara konstitusional baik di MK, Bawaslu maupun DPR dengan hak Angketnya.
Semua pihak harus sepakat bahwa siapapun dengan alasan apapun tidak dibenarkan melakukan provokasi negatif / kerusuhan yang potensial memecah belah bangsa pasca pemilu 2024.
Penutup
Bila verifikasi semua tahapan Pemilu dan legalitas hukum maupun politiknya sudah clear terpenuhi diterima oleh semua pihak maka “Siapapun presiden dan wakil presiden yang akan ditetapkan terpilih nantinya, harus diterima dengan sukacita”.
Kenapa ?
Karena semua calon presiden dan wakil presiden Indonesia yang berkompetisi saat ini adalah putra terbaik bangsa dan juga sudah bersumpah garansi secara politik dalam visi misi yang sama yaitu menjaga keutuhan NKRI, membangun Indonesia yang adil makmur dan disegani serta berperan aktif dalam perdamaian dunia.
Semua pihak harus taat pada aturan main yang disepakati. Kemenangan dalam pertandingan apapun dan dibelahan dunia manapun Itu kemenangan haruslah diperoleh dengan fair play, cara yang jujur dan adil.
Inilah solusi dan jawaban
dari semua polemik pasca pemilu saat ini.
Jawaban yang klise. Itu saja.










