Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

KAGAMA: Menjawab Dinamika Kebangsaan di Era Disrupsi

oleh
16.1K pembaca

Oleh: Esra Kriahanta Sembiring, Alumni Depolpe 1988, Fisipol UGM. Senat Mhs UGM 1992

Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) sebagai salah satu komunitas alumni terbesar di Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan anggotanya yang tersebar di berbagai sektor dari Pemerintahan, TNI, Polri, Akademisi, hingga Wirausaha, KAGAMA selama ini selalu berada di garis depan untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa. Namun, seperti halnya organisasi besar lainnya, KAGAMA juga menghadapi tantangan yang tidak ringan, khususnya di era disrupsi saat ini.

Keberagaman latar belakang, profesi, dan daerah asal anggota KAGAMA adalah kekuatan sekaligus tantangan. Solidaritas menjadi hal utama yang harus terus dirawat. Dalam konteks ini, KAGAMA perlu menciptakan ruang diskusi yang inklusif dan menghindari polarisasi, terutama di tengah dinamika sosial-politik yang semakin kompleks.

Gambar

Sebagai wadah alumni UGM yang dikenal dengan _Locally Rooted, Globally Respected,_ KAGAMA diharapkan mampu mendorong anggotanya untuk terlibat aktif dalam menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan. Tantangan utama adalah bagaimana memfasilitasi kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan solusi konkret bagi isu-isu seperti ketimpangan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola pemerintahan.

Dengan alumni yang sudah mendunia, KAGAMA memiliki peluang untuk memperkuat perannya di kancah internasional. Namun, ini membutuhkan strategi yang terencana, termasuk menjembatani jaringan alumni di luar negeri dengan kebutuhan nasional, sehingga KAGAMA dapat menjadi duta bangsa yang aktif di dunia global.

Sebagai organisasi yang sarat akan potensi, KAGAMA harus terus bergerak dinamis menghadapi tantangan zaman. Dengan semangat Adiluhung yang menjadi jiwa UGM, KAGAMA dapat menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya untuk anggotanya, tetapi juga untuk bangsa Indonesia. Tantangan ini bukanlah hal yang ringan, namun dengan sinergi, solidaritas, dan visi yang jelas, KAGAMA pasti dapat mengimplementasikannya dengan baik.

Dengan terpilihnya Basuki Hadimuljono menggantikan Ganjar Pranowo sebagai ketua umum PP Kagama yang baru (2024-2029) pada Munas XIV Kagama di Jakarta, harapan ini menjadi tantangan yang perlu segera diwujudkan.

Kagama harus menjadi contoh terdepan dalam mengamalkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 demi terwujudnya kemakmuran dalam persatuan bangsa Indonesia.

Semangat dan harapan yang sejak dahulu ternyata sudah ada tertuliskan jelas tegas dalam hymne Gadjah Mada.

Bagi kami almamater kuberjanji setia
Kupenuhi dharma bakti tuk Ibu Pertiwi
Di dalam persatuanmu jiwa seluruh bangsaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Nusantara

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap