Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Gong Xi Fa Cai

Selamat Tahun Baru Imlek 2577

Semoga Tahun Ular Kayu 2026 membawa kemakmuran & kebahagiaan
2026
🧧🐍 Imlek 2577

Oportunis: Pengertian, Karakteristik, dan Dampaknya dalam Kehidupan

oleh
Foto Ilustrasi
20.1K pembaca

Oportunis sering kali menjadi topik yang menarik untuk dibahas, terutama dalam konteks hubungan sosial, pekerjaan, atau politik. Secara umum, oportunisme merujuk pada kecenderungan seseorang untuk memanfaatkan situasi atau kesempatan demi keuntungan pribadi, tanpa mempertimbangkan moralitas, etika, atau dampak terhadap orang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian, karakteristik, dan dampak dari sifat oportunis.

Pengertian Oportunis

Oportunisme adalah suatu aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan menguntungkan dengan sebaik-baiknya, demi diri sendiri, kelompok, atau suatu tujuan tertentu.

Gambar

Dalam konteks psikologis dan sosial, seorang oportunis adalah individu yang cenderung memprioritaskan keuntungan pribadi di atas segalanya, bahkan jika itu berarti melanggar nilai-nilai atau prinsip yang diyakini orang lain.

Sifat ini tidak selalu bersifat negatif. Dalam beberapa situasi, kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang dapat menjadi tanda kecerdasan atau keahlian strategis. Namun, ketika sifat ini dilakukan secara berlebihan atau tanpa memperhatikan konsekuensinya, oportunisme dapat merusak hubungan dan reputasi seseorang.

Karakteristik Orang Oportunis

Orang dengan sifat oportunis biasanya menunjukkan karakteristik berikut:

1. Fleksibilitas Moral
Mereka cenderung mengabaikan norma atau nilai tertentu jika hal itu menghalangi tujuan mereka. Keputusan yang diambil sering kali berdasarkan keuntungan jangka pendek, bukan prinsip.

2. Manipulatif
Oportunis sering memanfaatkan kelemahan, kebutuhan, atau ketergantungan orang lain untuk mencapai tujuan mereka. Mereka pandai menyesuaikan diri untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

3. Cepat Beradaptasi
Orang oportunis sangat peka terhadap perubahan situasi dan pandai menyesuaikan strategi mereka untuk memanfaatkan kondisi yang menguntungkan.

4. Egois
Kepentingan pribadi adalah prioritas utama bagi oportunis. Mereka jarang mempertimbangkan dampaknya pada orang lain atau lingkungan sekitar.

Dampak Sifat Oportunis

Sifat oportunis memiliki dampak yang bervariasi, tergantung pada bagaimana sifat ini diterapkan dan dalam konteks apa.

Dampak Positif

1. Kemampuan Bertahan Hidup
Dalam situasi kompetitif, oportunisme bisa menjadi alat untuk bertahan hidup. Seseorang yang oportunis mungkin lebih cepat mengambil peluang dibandingkan orang lain.

2. Keberhasilan dalam Karier
Dalam dunia bisnis atau politik, kemampuan untuk melihat peluang dan mengambil langkah strategis bisa membantu seseorang mencapai puncak karier.

Dampak Negatif

1. Kerusakan Hubungan
Orang yang terlalu oportunis cenderung kehilangan kepercayaan dari orang lain karena dianggap tidak tulus atau tidak dapat diandalkan.

2. Kehilangan Reputasi
Dalam jangka panjang, perilaku oportunistik dapat merusak reputasi seseorang, terutama jika dianggap mengorbankan kepentingan bersama.

3. Konflik Sosial
Oportunisme yang berlebihan sering kali menciptakan konflik, baik di tempat kerja, keluarga, maupun komunitas, karena orang lain merasa dimanfaatkan.

Mengelola Sifat Oportunis

Meskipun oportunisme sering kali dipandang negatif, hal ini tidak berarti sifat tersebut harus sepenuhnya dihilangkan. Berikut beberapa cara untuk mengelola sifat ini agar lebih seimbang:

1. Kembangkan Empati
Sebelum mengambil tindakan, pertimbangkan bagaimana keputusan Anda akan memengaruhi orang lain. Empati dapat membantu mengurangi sifat egois yang berlebihan.

2. Tetapkan Nilai dan Prinsip
Miliki pedoman moral yang jelas agar tindakan Anda tidak hanya berfokus pada keuntungan pribadi, tetapi juga menghormati nilai-nilai universal.

3. Seimbangkan Kepentingan Pribadi dan Bersama
Cobalah untuk memanfaatkan peluang dengan cara yang juga memberikan manfaat bagi orang lain, sehingga Anda dapat membangun hubungan yang lebih sehat.

Bisa dikatakan sikap oportunis adalah pedang bermata dua yang dapat membawa manfaat atau kerugian, tergantung pada cara dan konteks penggunaannya. Di satu sisi, kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang dapat menjadi keunggulan. Namun, jika dilakukan tanpa memperhatikan etika atau dampak sosial, sifat ini dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mengelola sifat ini dengan bijak agar tetap sejalan dengan nilai-nilai moral dan kepentingan bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap