1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Warga Kecewa Dengan Respon Kasatpel Bina Marga Kecamatan Matraman, Ada Apa??

oleh
29.7K pembaca

Warga di Keluarahan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur merasa kecewa atas penolakan dari Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Bina Marga Kecamatan Matraman.

Hal tersebut bermula saat salah satu warga meminta tolong agar petugas yang sedang melakukan pengaspalan untuk juga memperbaiki sedikit ruas kecil yang rusak, namun memang tidak masuk jalan umum. Penolakan ini muncul meski proyek pengaspalan sedang berjalan.

“Tidak bisa, karena ini bukan jalan umum, kalau diaspal tanahnya jadi milik Pemda,” ucap sang petugas pengaspalan yang mengaku dari vendor Solusi, hari Selasa sore (19/5).

Gambar

Mendapat jawaban tersebut, warga, bahkan pemilik tanah yang mengajukan permohonan melalui ketua RT, Shendy Marwan, kepada petugas agar pengerjaan di lebarkan sedikit pada dataran yang rusak agar tampak rapih merasa kecewa, mengingat secara teknis pengerjaan lanjutan tidak membutuhkan mobilisasi tambahan.

Terkait permasalahan tersebut, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Bina Marga Kecamatan Matraman, Nessy Octavia bersama petugas serta didampingi pihak kelurahan Pisangan Baru akhirnya datang ke lokasi berada di RT.1 RW.12, menjelaskan bahwasanya jika tanah diaspal, maka harga tanah akan turun dan susah untuk dijual bahkan akan bermasalah di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Hal tersebut disampaikan meski sang pemilik tanah menyatakan itu bukan urusan mereka.

“Kalau secara jalan di lingkungan, semua yang teraspal itu, semua ‘Kep D’ nya pasti punya Pemda. Kalau aset tanahnya memang milik warga, hanya saja akan sulit ketika dijual jika pernah diaspal. Khawatirnya jadi masalah,” ujarnya.

Namun ketika diingatkan tentang sertifikat yang menunjukkan luas tanah, sah berkekuatan hukum. Dirinya berdalih terbalik bahwa tidak ada masalah dengan BPN.

Kekecewaan warga serta Ketua RT bertambah ketika mendengar ucapan Kasatpel Bina Marga Kecamatan Matraman. “Oh ketua RT baru, pantesan,” ucapnya.

Namun, pernyataan tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan warga. Bahkan ketua RT menyampaikan kekecewaannya terhadap arogansi Kasatpel Bina Marga Kecamatan Matraman.

“Kami bukan minta jajan, hanya minta pengaspalan sedikit demi kemaslahatan warga. Harusnya bisa lebih fleksibel,” pungkas Shendy Marwan selaku Ketua RT.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap