Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Wagub DKI Rano Karno Buka Seminar Internasional Fraud Awareness Week 2025 di Universitas Kalbis

oleh
2.9K pembaca

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, resmi membuka Seminar Internasional Fraud Awareness Week 2025 di Universitas Kalbis, Kayu Putih, Jakarta Timur, Senin (17/11). Dalam sambutannya, Rano menegaskan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan keberanian menolak kecurangan merupakan fondasi penting bagi negara modern.

“Melalui seminar ini, kita diingatkan bahwa kepercayaan publik adalah dasar dari pembangunan negara. Kepercayaan itu membutuhkan penjaga, yakni transparansi, akuntabilitas, dan keberanian menolak fraud,” ujar Rano.

Integritas Harus Dirawat Setiap Hari

Gambar

Mengangkat tema “Strengthening Transparency and Accountability through Anti-Fraud Education”, seminar ini disebut Rano sebagai momentum untuk memperkuat budaya integritas sejak dini. Menurutnya, masyarakat hanya bisa tumbuh kuat apabila berdiri di atas nilai kejujuran.

Ia juga mengapresiasi Universitas Kalbis yang konsisten menyediakan ruang edukasi mengenai antikecurangan. Rano menegaskan bahwa pemahaman mengenai fraud bukan sekadar berkaitan dengan keuangan, melainkan menyangkut stabilitas sosial hingga ekonomi.

“Fraud dalam arti luas dapat membawa dampak besar. Lihat saja shutdown anggaran di Amerika Serikat, ribuan pekerja tidak menerima gaji hingga aktivitas penerbangan ikut terdampak. Itulah betapa seriusnya dampak kecurangan,” jelasnya.

Pendidikan Antifraud Perlu Dimulai Sejak Dini

Rano mengatakan, penanaman nilai kejujuran harus dilakukan sejak tingkat PAUD hingga SMA. Pendidikan karakter perlu menjadi bagian penting untuk membentuk generasi yang siap menjaga integritas.

“Kampus adalah tempat menumbuhkan harapan. Di sini, generasi muda dibentuk agar mampu bekerja jujur, bahkan ketika tidak diawasi,” ucapnya.

Ia juga menilai kolaborasi Universitas Kalbis dengan ACFE Indonesia Chapter, Kedutaan Besar Filipina, dan Dewan Pemuda Malaysia sebagai langkah strategis untuk memperkuat komitmen ASEAN dalam isu antikecurangan.

Membangun Masa Depan Lewat Karakter dan Tanggung Jawab

Di akhir paparannya, Rano berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis tentang pencegahan fraud, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa integritas berawal dari setiap individu.

“Mencegah kecurangan bukan semata soal regulasi atau audit. Ini soal karakter dan tanggung jawab sosial. Setiap tindakan jujur, sekecil apa pun, adalah kontribusi untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap