Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

DKI Perkuat Mitigasi Banjir Hadapi Cuaca Ekstrem, 1.187 Pompa Disiagakan

oleh
oleh


1.4K
pembaca

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) meningkatkan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu banjir. Kesiapsiagaan dilakukan melalui optimalisasi infrastruktur pengendali banjir, pemeriksaan sarana pendukung, hingga pemantauan intensif di lapangan.

Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyampaikan bahwa seluruh perangkat SDA telah bersiaga penuh.

“Kami memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir berfungsi optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah hujan intensitas tinggi. Mitigasi banjir memerlukan kecepatan, ketepatan, dan kolaborasi,” ujarnya.

Gambar

Pemprov DKI telah menyiagakan pompa stasioner dan mobile di seluruh wilayah Jakarta. Hingga 15 November 2025 tercatat 560 unit pompa stasioner di 191 lokasi, 627 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah.

Pompa mobile digunakan untuk menjangkau titik rawan genangan yang tidak terlayani pompa stasioner.

SDA juga mempercepat pemeliharaan badan air, termasuk sungai, waduk, dan situ. Total volume pengerukan mencapai 756.000 m³ yang tersebar di 786 titik Jakarta Timur, 290 titik Jakarta Barat, 546 titik Jakarta Utara, 93 titik Jakarta Selatan, 161 titik Jakarta Pusat.

Sebanyak 258 excavator dan 449 dump truck diterjunkan untuk mendukung pengerukan. Program ini juga dilengkapi penerapan Nature-Based Solutions dalam pembangunan waduk dan embung.

Penanganan banjir rob dilakukan melalui penyiagaan pompa dan pintu air di sejumlah lokasi pesisir, seperti Pintu Air Marina, Pompa/Polder Kali Asin, Pompa Ancol, Pompa Junction PIK, Pompa Muara Angke, Pompa Pasar Ikan, Pompa Tanjungan, Rumah Pompa Waduk Pluit, dan Rumah Pompa Polder Kamal

Sebanyak 3.908 personel Pasukan Biru juga dikerahkan untuk memantau kondisi lapangan dan memastikan aliran air tetap lancar.

Ika mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan. “Kesiapsiagaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mitigasi banjir,” katanya.

Informasi mengenai gelombang laut dan banjir rob dapat diakses melalui Website BPBD DKI, Aplikasi JAKI, dan Layanan darurat 112.

Selain SDA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta turut meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Salah satu langkah mitigasi adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan pada 5–10 November 2025 bersama BMKG dan TNI AU.

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan OMC menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana hidrometeorologi.
“OMC periode awal November berjalan efektif. Saat ini belum ada rencana OMC tambahan sambil menunggu evaluasi harian BMKG,” ujar Isnawa.

Selama OMC berlangsung, telah dilakukan 14 sortie penerbangan dengan durasi total 29 jam 24 menit dan penyemaian 11.200 kg NaCl untuk mengurangi potensi hujan di Jabodetabek

Evaluasi gabungan BPBD, BMKG, dan TNI AU menunjukkan OMC mampu menurunkan curah hujan hingga 49,58% dari prediksi.

BPBD juga menurunkan 267 Petugas Penanganan Bencana (P2B) di tiap kelurahan serta meningkatkan koordinasi dengan PPSU, FKDM, LMK, RT/RW, dan Tagana.

“Kami memastikan seluruh langkah mitigasi berjalan optimal demi menekan risiko banjir dan melindungi keselamatan warga,” tegas Isnawa.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Baca konten dgn suara
Speed: 1x
Ready