Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Kasus Demam Tertinggi di Sumatera Barat Pasca Banjir, Kemenkes Kerahkan Tenaga Kesehatan Tambahan

21.3K pembaca

Sumatera Barat mencatat kasus demam tertinggi di antara tiga provinsi terdampak banjir dan longsor di Sumatera. Pada 25–29 November 2025, tercatat 376 kasus demam di lima kabupaten: Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Pesisir Selatan, dan Tanah Datar.

Selain demam, keluhan kesehatan lain yang banyak dilaporkan antara lain Myalgia: 201 kasus, Gatal: 120 kasus, Dispepsia: 118 kasus, ISPA: 116 kasus, Hipertensi: 77 kasus, Luka: 62 kasus, Sakit kepala: 46 kasus, Diare: 40 kasus, dan Asma: 40 kasus

Di Sumatera Utara, kondisi serupa terjadi. Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat Demam: 277 kasus, Myalgia: 151 kasus, Gatal: 150 kasus, ISPA: 96 kasus, Dispepsia: 94 kasus, Hipertensi: 75 kasus, Luka-luka: 45 kasus, Sakit kepala: 23 kasus, Diare: 23 kasus, dan Asma: 3 kasus. (Data periode 25 November–1 Desember 2025)

Gambar

Sementara itu, Aceh menunjukkan pola berbeda. Di Kabupaten Pidie Jaya (25–30 November 2025), keluhan tertinggi adalah Luka-luka: 35 kasus, ISPA: 15 kasus, dan Diare: 6 kasus

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menjelaskan bahwa tingginya kasus demam menandakan kondisi lingkungan yang belum pulih pascabencana.

“Demam adalah keluhan yang paling cepat meningkat setelah banjir, terutama ketika tempat pengungsian padat dan akses air bersih terbatas. Hal ini juga dipicu oleh kurangnya perlindungan tubuh selama mengungsi,” ujarnya.

Agus memastikan Kemenkes telah mengirim tenaga kesehatan dan logistik tambahan ke wilayah terdampak.

“Kami menjamin ketersediaan obat dan SDM kesehatan untuk menangani keluhan masyarakat. Fokus kami mencegah penularan dan menekan risiko komplikasi,” tegasnya.

Kemenkes juga mengingatkan potensi peningkatan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Leptospirosis.

Genangan air pascabanjir menjadi tempat ideal berkembang biak nyamuk penyebab DBD, sementara kontaminasi air oleh urine tikus atau hewan lain meningkatkan risiko Leptospirosis.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit yang sudah muncul maupun ancaman penyakit baru pascabanjir.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap