9.9K
pembaca
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I dan KPPN Jakarta II untuk memastikan kelancaran pencairan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada hari kerja terakhir Tahun Anggaran 2025.
Kedua KPPN tersebut memiliki peran strategis dalam menyalurkan dana belanja negara atas permintaan satuan kerja kementerian dan lembaga, melakukan pembukuan serta akuntansi keuangan negara, sekaligus membina satker dalam pelaksanaan anggaran. Mitra KPPN Jakarta I dan II mencakup sejumlah kementerian dan lembaga utama, seperti Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian PPN/Bappenas, termasuk penyaluran Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN.
Dalam kunjungannya, Menkeu menekankan pentingnya kepastian tenggat waktu penyelesaian pekerjaan menjelang tutup tahun anggaran. Ia mengingatkan bahwa belanja negara harus diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan agar pengelolaan keuangan tetap tertib dan akuntabel.
“Penting adanya deadline untuk pekerjaan akhir tahun. Jika sampai batas waktu belum selesai, anggaran bisa ditarik kembali atau tidak dapat dicairkan,” ujar Menkeu, didampingi Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, Sekretaris Ditjen Perbendaharaan Arif Wibawa, serta jajaran direktur terkait.
Selain melakukan pemantauan, Menkeu juga berdialog dengan pegawai KPPN dan perwakilan satuan kerja mitra, di antaranya Bendahara Pengeluaran Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan serta Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar Wing Korps Pasukan Khas TNI AU. Dialog ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala signifikan dalam proses pencairan anggaran di penghujung tahun.
Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan APBN 2025 agar berjalan tepat waktu dan bertanggung jawab. Melalui penguatan monitoring dan evaluasi, pemerintah memastikan anggaran negara tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar menghasilkan output dan manfaat nyata bagi masyarakat.









