1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Super Flu H3N2 Subclade K Meningkat Global, Indonesia Tetap Terkendali

29.4K pembaca

Kasus influenza A(H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu dilaporkan meningkat secara global, terutama di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 tahun 2025 seiring masuknya musim dingin. Varian ini pertama kali terdeteksi oleh US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Agustus 2025 dan kini telah ditemukan di sekitar 80 negara.

Di kawasan Asia, subclade K teridentifikasi sejak Juli 2025 di sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand. Meski demikian, tren kasus influenza di Asia justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir berdasarkan pemantauan regional.

Pelaksana Tugas Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr Prima Yosephine, menegaskan bahwa hasil penilaian World Health Organization (WHO) dan data epidemiologi terbaru tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan akibat subclade K.

Gambar

“Gejala yang ditimbulkan umumnya sama seperti flu musiman, antara lain demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr Prima dalam keterangan resmi.

Di Indonesia, Kemenkes mencatat terdapat 62 kasus influenza subclade K berdasarkan pemeriksaan hingga 25 Desember 2026. Meski angka ini menjadi perhatian, tren nasional justru menunjukkan penurunan kasus influenza dalam dua bulan terakhir. Pemantauan melalui sistem surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) juga mencatat kondisi stabil tanpa lonjakan signifikan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa peredaran subclade K tidak berdampak pada situasi epidemi influenza di Indonesia,” tegas dr Prima.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes RI drg Widyawati, MKM, menjelaskan bahwa pemeriksaan genome sequencing telah dilakukan terhadap 348 sampel dari 843 spesimen positif influenza. Hasilnya, ditemukan 152 kasus influenza tipe A/H1 (44 persen), 172 kasus tipe A/H3 (49 persen), dan 24 kasus influenza tipe B/Victoria (7 persen). Dari kelompok A/H3, sebanyak 62 kasus atau 36 persen merupakan subclade K.

Data juga menunjukkan perempuan menjadi kelompok paling banyak terinfeksi dengan proporsi 64 persen, disusul anak usia 1–10 tahun yang mencakup 35 persen kasus.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi. Vaksinasi influenza tahunan juga sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

“Vaksin influenza tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap, hingga kematian,” kata drg Widyawati.

Masyarakat yang mengalami gejala flu disarankan beristirahat di rumah, menerapkan etika batuk, dan menggunakan masker. Jika muncul gejala berat seperti demam tinggi lebih dari tiga hari atau sesak napas, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap