16.4K
pembaca
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Turki menggelar Pertemuan 2+2 Indonesia–Turki yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara, Jumat (9/1/2026). Forum ini menjadi langkah konkret penguatan kemitraan strategis di bidang politik, pertahanan, dan keamanan.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Sementara delegasi Turki dipimpin Menteri Luar Negeri Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Nasional Yaşar Güler.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan tingkat kepala negara dalam Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi Indonesia–Turki. Dialog 2+2 menjadi wadah penting untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri dan pertahanan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas perkembangan hubungan bilateral, isu strategis regional dan global, serta penguatan kerja sama pertahanan, termasuk industri pertahanan. Indonesia dan Turki sepakat mendorong kemandirian pertahanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kerja sama industri pertahanan yang saling menguntungkan.
Menteri Pertahanan RI menegaskan pentingnya sinergi diplomasi dan pertahanan sebagai fondasi menjaga stabilitas kawasan dan global. Kerja sama pertahanan Indonesia–Turki diarahkan untuk meningkatkan interoperabilitas, kesiapan operasional, serta kontribusi aktif dalam misi perdamaian dunia dan kegiatan kemanusiaan.
Selain itu, kedua negara menegaskan kesamaan pandangan dalam berbagai isu internasional, termasuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, penguatan peran negara berkembang melalui forum multilateral, serta penyelesaian konflik global melalui dialog dan kerja sama.
Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kemitraan. Indonesia dan Turki sepakat menjadikan format dialog 2+2 sebagai mekanisme strategis berkelanjutan, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta.












