Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Gus Ipul Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Ada Anak Orang Kaya Masuk Sekolah Rakyat

oleh
9.8K pembaca

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam seleksi siswa Sekolah Rakyat. Ia secara khusus meminta Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa dan Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi memastikan program tersebut tepat sasaran.

Sekolah Rakyat merupakan program pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, peserta didik yang diterima harus benar-benar berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Ini saya titipkan betul pada Pak Wali dan Pak Bupati. Jangan main-main. Jangan ada orang kaya masuk. Tidak ada yang boleh nitip,” tegas Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Kamis (15/1/2026).

Gambar

Menurut Gus Ipul, tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat tidak lepas dari kualitas pendidikan dan fasilitas yang disediakan. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung negara, mulai dari asrama, seragam, perlengkapan sekolah hingga kebutuhan harian. Selain itu, tenaga pendidik yang disiapkan juga memiliki kompetensi memadai.

Namun, kualitas tersebut juga berpotensi memicu penyimpangan. Untuk itu, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Siswa yang diterima hanya berasal dari keluarga pada desil 1–2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan telah melalui asesmen berlapis oleh pendamping sosial, pemerintah daerah, serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Di Sekolah Rakyat, siswa dibekali pendidikan akademik dan non-akademik secara seimbang. Pemerintah juga melakukan pemetaan bakat untuk mengembangkan potensi setiap anak secara optimal.

“Kami yakin setiap anak punya kelebihan dan peran masing-masing. Karena itu dilakukan talent mapping agar potensi mereka bisa berkembang maksimal,” ujar Gus Ipul.

Selain pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga menekankan penguatan kecakapan hidup. Gus Ipul berharap lulusan Sekolah Rakyat mampu melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja sehingga dapat menjadi agen perubahan bagi keluarganya.

“Lulus Sekolah Rakyat, anak-anak ini harus bergerak. Mereka diarahkan untuk kuliah atau bekerja agar mampu mengangkat derajat keluarganya,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap