Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Hal tersebut disampaikan dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid As-Syifa Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Divisi Bedah Saraf Departemen Neurologi RSCM bersama jajaran staf ini mengangkat tema besar pemberdayaan umat melalui masjid. Menag menegaskan bahwa sejak masa Rasulullah SAW, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat peradaban.
“Pada masa Rasulullah, hanya sekitar 10 sampai 15 persen aktivitas masjid digunakan untuk ibadah ritual. Selebihnya menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, hingga pengelolaan urusan umat. Masjid adalah jantung peradaban Islam,” ujar Menag.
Menurut Nasaruddin, semangat tersebut perlu dihadirkan kembali, termasuk di lingkungan rumah sakit. Ia menilai Masjid As-Syifa RSCM memiliki peran strategis sebagai ruang penguatan spiritual bagi tenaga kesehatan, pasien, serta keluarga yang mendampingi.
Menag juga menjelaskan makna kata “masjid” yang berasal dari akar kata sajada atau sujud. Namun, sujud yang hakiki bukan hanya gerakan fisik, melainkan penyerahan total pikiran, hati, dan jiwa kepada Allah SWT.
“Banyak orang hanya menundukkan kepala, tapi belum benar-benar bersujud. Sujud sejati adalah ketika seluruh hidup kita berserah kepada Allah,” tuturnya.
Ia mengutip ayat Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin sebagai pengingat bahwa seluruh aspek kehidupan harus berorientasi kepada Allah. Dari sinilah, masjid menjadi simbol perjalanan spiritual dan penyucian diri umat.
Lebih lanjut, Menag mendorong agar masjid berperan aktif dalam transformasi sosial. Ia mencontohkan peran masjid pada masa Rasulullah yang mampu mengelola dana umat, mengidentifikasi warga yang membutuhkan, hingga menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
“Masjid harus memberdayakan umat, bukan hanya umat yang memakmurkan masjid. Jika potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf dikelola optimal, umat Islam bisa mandiri secara sosial dan ekonomi,” tegasnya.
Menutup tausiyahnya, Menag mengajak jamaah mempersiapkan diri menyambut Ramadhan sejak bulan Rajab dan Sya’ban melalui taubat, peningkatan kualitas ibadah, serta pendalaman Al-Qur’an.
“Ramadhan akan bermakna jika kita datang dengan hati yang bersih. Jadikan masjid sebagai rumah bagi jiwa-jiwa yang ingin kembali kepada Allah,” pungkasnya.
Peringatan Isra Mi’raj 1447 H di Masjid As-Syifa RSCM berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual keluarga besar RSCM dalam menyambut bulan suci Ramadhan.







