Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Menag Nasaruddin Umar Jejakkan Langkah Sejarah di Banda Neira

oleh
9.1K pembaca

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar melakukan kunjungan ke sejumlah situs bersejarah di Pulau Banda Neira, Maluku, Jumat (16/1/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya merawat ingatan sejarah bangsa sekaligus meneguhkan nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Dalam lawatannya, Menag menyambangi lima situs bersejarah, yakni rumah pengasingan Bung Hatta, rumah budaya Banda Neira, rumah pengasingan Sutan Syahrir, Perigi Rante, dan Istana Mini Banda Neira. Setiap lokasi menyimpan jejak penting perjalanan tokoh bangsa dan kehidupan masyarakat Banda sejak masa kolonial.

Kunjungan diawali di rumah pengasingan Bung Hatta, salah satu pendiri bangsa yang pernah dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda. Bangunan sederhana tersebut menjadi saksi keteguhan Bung Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan melalui pemikiran dan prinsip moral. Menag menilai tempat ini sebagai pengingat bahwa perjuangan Indonesia lahir dari perpaduan kecerdasan intelektual, nilai etika, dan keimanan.

Gambar

Perjalanan dilanjutkan ke rumah budaya Banda Neira, ruang pelestarian seni dan tradisi lokal. Di dalamnya tersimpan berbagai artefak budaya, alat musik tradisional, kain tenun, serta dokumentasi sejarah masyarakat setempat. Menag menekankan pentingnya rumah budaya sebagai sarana pewarisan nilai dan jati diri generasi muda.

Selanjutnya, Menag mengunjungi rumah pengasingan Sutan Syahrir, tokoh pergerakan nasional yang dikenal sebagai pemikir kritis dan berani. Rumah tersebut menjadi simbol bahwa kemerdekaan Indonesia juga diperjuangkan melalui kekuatan gagasan dan keberanian bersikap.

Rangkaian kunjungan berlanjut ke Perigi Rante, sumur tua yang dahulu menjadi sumber air utama sekaligus ruang interaksi sosial warga. Menag menilai situs ini mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang tumbuh alami dalam kehidupan masyarakat Banda Neira.

Kunjungan ditutup di Istana Mini Banda Neira, yang menyimpan koleksi artefak dan foto-foto sejarah perjumpaan berbagai budaya, suku, dan agama di Kepulauan Banda. Di lokasi ini, Menag berdialog langsung dengan warga setempat dalam suasana hangat dan kekeluargaan.

“Mari kita rawat rumah-rumah dan situs bersejarah ini, bukan hanya untuk anak-anak Banda Neira, tetapi sebagai warisan bagi seluruh anak bangsa Indonesia,” ujar Menag.

Menurut Nasaruddin Umar, Banda Neira adalah contoh nyata bagaimana nilai keagamaan, kebangsaan, dan toleransi telah tumbuh berdampingan sejak lama. Keberagaman yang terawat menjadi fondasi kuat persatuan bangsa hingga hari ini.

Kunjungan ini menegaskan bahwa Banda Neira bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang belajar sejarah nasional. Di balik keindahan alamnya, Banda Neira menyimpan pesan penting tentang perjuangan, persatuan, dan pentingnya merawat ingatan sejarah bangsa Indonesia

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap