Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah titik. Ratusan rumah dilaporkan terendam, termasuk di Kecamatan Patia beberapa hari lalu.
Seorang warga Kampung Koranji, Sarif, bersama sejumlah warga lain yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan keluhan terkait penanganan dan distribusi bantuan bagi korban banjir. Mereka menilai perhatian pemerintah daerah belum merata, khususnya bagi warga Kampung Koranji yang berada di Desa Ciawi dan Desa Surianeun.
Menurut Sarif, berdasarkan informasi yang mereka peroleh dari berbagai media lokal dan nasional, sejumlah wilayah di Kecamatan Patia kerap mendapat kunjungan pejabat daerah maupun donatur.
Namun, Kampung Koranji dinilai jarang tersentuh bantuan, baik dalam bentuk kunjungan maupun distribusi logistik dan sembako.
“Dari tahun ke tahun, setiap musim hujan kampung kami termasuk yang pertama terdampak banjir. Namun perhatian dari pemerintah daerah sangat minim. Kami merasa ini tidak adil,” ujar Sarif, Sabtu (17/1/26).
Ia menambahkan, pemberitaan di berbagai media kerap menampilkan kunjungan pejabat dan penyaluran bantuan ke desa-desa tertentu saja, padahal Kampung Koranji juga berada dalam wilayah administratif Kecamatan Patia dan terdampak langsung bencana banjir.
Atas kondisi tersebut, warga Kampung Koranji berharap Bupati Pandeglang, Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang, serta Pemerintah Provinsi Banten dapat turun langsung meninjau lokasi mereka.
Warga ingin pemerintah melihat secara langsung kondisi permukiman yang terendam banjir dan memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara adil dan merata.
“Intinya, kami hanya meminta keadilan dan perhatian yang sama dari pemerintah daerah maupun provinsi,” pungkas Sarif.







