Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memperkuat upaya pengurangan risiko banjir dengan mengoptimalkan penanganan sampah di badan air dari hulu hingga hilir. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memaksimalkan operasional Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai penyaring awal sampah kiriman sebelum masuk ke aliran sungai di Jakarta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan peningkatan intensitas hujan berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu yang dapat menyumbat aliran sungai dan saluran air. Karena itu, SSTBS difungsikan sebagai garda terdepan untuk menahan sampah agar tidak memperparah potensi banjir.
“Melalui SSTBS, berbagai material padat seperti plastik, kayu, dan sampah lainnya dapat tertahan sejak awal. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala agar tidak menumpuk dan aliran air tetap lancar,” ujar Asep di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, optimalisasi SSTBS menjadi bagian dari strategi pengelolaan sampah badan air di titik perbatasan kota. Dengan sistem tersebut, penanganan sampah selama musim hujan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.
Selain itu, DLH DKI Jakarta menyiagakan Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) di sembilan titik rawan banjir. Upaya ini diperkuat dengan pengoperasian 29 unit saringan sampah otomatis serta sarana pendukung lainnya seperti kubus apung, bus toilet, tangki air, dan toilet portabel.
“Untuk mendukung penanganan di lapangan, kami menyiagakan 1.790 personel Pasukan Orange, didukung 101 truk pengangkut sampah, 116 alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, dan 48 toilet portabel, serta ribuan peralatan kerja,” jelas Asep.
DLH DKI Jakarta menegaskan komitmennya melakukan penanganan sampah secara terintegrasi dan terkoordinasi guna mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir. Di sisi lain, peran aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menekan risiko banjir.
“Disiplin membuang sampah pada tempatnya adalah kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi potensi banjir di Jakarta,” kata Asep.











