Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir, longsor, dan angin kencang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bencana alam tersebut terjadi di sejumlah titik akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak Jumat (23/1/2026).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, bantuan dikirim dari Gudang Induk Bekasi untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan warga terdampak.
“Barang dikirim dari Gudang Induk Bekasi ke Kabupaten Bogor. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1/2026).
Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan luapan sungai yang merendam sejumlah kecamatan, serta memicu longsor di 33 titik. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 10 hingga 60 sentimeter.
Dua wilayah terdampak banjir berada di Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, serta Kampung Temanggungan RW 03, Desa Tamansari, Kecamatan Rumpin. Sementara longsor dilaporkan terjadi di Kecamatan Tenjo, Caringin, Cigombong, dan Megamendung.
Selain itu, angin kencang turut melanda beberapa wilayah, antara lain Kecamatan Ciomas, Ciawi, Gunung Putri, dan Bojonggede.
Berdasarkan data sementara, 1.485 jiwa terdampak, dengan 121 jiwa mengungsi. Sebanyak 43 rumah rusak berat, 79 rumah rusak sedang, dan 75 rumah rusak ringan. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Kemensos menyalurkan berbagai bantuan logistik, di antaranya 500 paket makanan siap saji, 500 paket lauk pauk siap saji, 150 lembar selimut, 150 kasur, 100 paket perlengkapan anak (kidsware), 150 paket family kit, 100 lembar tenda gulung, serta 20 unit tenda keluarga.
Gus Ipul menambahkan, Kemensos juga telah melakukan asesmen cepat, evakuasi warga ke lokasi pengungsian, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan lanjutan.
“Kami melakukan kajian cepat kebutuhan warga terdampak, evakuasi ke pengungsian, serta koordinasi dengan pihak terkait agar penanganan berjalan optimal,” jelasnya.
Hingga saat ini, kondisi banjir dilaporkan mulai surut, meski di beberapa lokasi air masih menggenangi permukiman dengan ketinggian sekitar 10–30 sentimeter.








