persaingan di papan atas BRI Super League 2025/2026 meningkat bagi Persib Bandung. Sejumlah rival langsung, yakni Borneo FC Samarinda, Persija Jakarta, dan Malut United FC, berhasil meraih kemenangan pada pekan ke-18.
Situasi tersebut membuat Persib, yang berstatus juara paruh musim, dituntut meraih hasil maksimal saat menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (25/1/2026) malam.
Kapten Persib Marc Klok menegaskan timnya tidak boleh mengendurkan fokus demi menjaga tren positif dan tetap bersaing di jalur juara pada putaran kedua.
“Ini pertandingan penting buat kami. Liga sudah mulai lagi dan tim lain juga menang. Kami ingin melanjutkan tren positif karena sudah lama tidak bermain. Semua pemain sudah kembali, fit, dan punya semangat untuk memulai putaran kedua. Ini laga pertama yang ingin kami menangkan,” ujar Klok.
Memasuki paruh kedua kompetisi, dinamika liga juga dipengaruhi aktivitas klub pada bursa transfer Januari. Banyak tim melakukan pembenahan di berbagai lini, baik pemain maupun staf pelatih.
Klok yang telah berkarier hampir sembilan tahun di Liga Indonesia menilai perubahan tersebut merupakan hal lumrah dan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi performa.
“Di Indonesia, setiap musim putaran kedua selalu berbeda dibanding putaran pertama. Banyak pemain dan pelatih berganti, sehingga kita menghadapi tim dengan karakter yang berbeda,” jelasnya.
Meski demikian, Klok menilai stabilitas skuad Persib justru menjadi keunggulan. Keputusan pelatih Bojan Hodak untuk tidak banyak melakukan perubahan diyakini mampu menjaga chemistry tim.
“Mungkin itu alasan coach tidak mau banyak ganti pemain. Karena skuad yang ada sudah baik. Kalau terlalu banyak perubahan, chemistry juga berubah. Kami harus fokus pada permainan sendiri, beradaptasi dengan kekuatan baru lawan, dan terus mendorong diri sampai akhir untuk target Persib hattrick juara,” pungkas Klok.







