Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Kemdiktisaintek–BPOM Perkuat Riset dan Hilirisasi Obat-Pangan Nasional

27.6K pembaca

Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi di sektor obat, pangan, dan teknologi kesehatan nasional.

Penandatanganan MoU berlangsung pada Rabu (26/1), bertepatan dengan peringatan HUT ke-25 BPOM, dan disaksikan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Menteri Brian menegaskan, kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjadikan pendidikan tinggi dan riset sebagai motor penggerak kemandirian nasional, khususnya pada sektor strategis.

Gambar

“Kemandirian kita di bidang obat dan industri makanan yang terus berkembang menuntut inovasi dan kreativitas, agar kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Brian.

Melalui kerja sama tersebut, Kemdiktisaintek dan BPOM mendorong penguatan kolaborasi Academia–Business–Government (ABG), termasuk pemanfaatan laboratorium dan fasilitas pengujian BPOM oleh akademisi. Langkah ini diharapkan mempercepat proses riset, validasi, serta pengembangan produk inovatif agar memenuhi standar mutu, keamanan, dan regulasi sejak tahap awal.

Pemerintah juga terus meningkatkan dukungan pendanaan riset nasional. Pemanfaatan fasilitas BPOM diyakini mampu meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang siap diadopsi industri.

Dalam kesempatan itu, Menteri Brian mengajak pelaku industri berperan aktif dalam proses hilirisasi. Menurutnya, industri menjadi kunci agar hasil riset perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk unggulan nasional yang berdaya saing.

“Pemerintah siap menyokong dari hulu. Peneliti, dosen, profesor, hingga anggaran riset kami siapkan. Kami berharap industri dapat mengarahkan kebutuhan produk strategis untuk menuju kemandirian,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan, kerja sama yang ditandatangani bertepatan dengan usia 25 tahun BPOM ini diharapkan menjadi tonggak transformasi pengembangan sains, teknologi, serta obat dan pangan inovatif nasional.

Sinergi Kemdiktisaintek dan BPOM diharapkan memberi dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui riset unggul yang siap dihilirisasi dan dimanfaatkan secara luas.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap