Kepedulian terhadap warga terdampak bencana tanah longsor di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, terus ditunjukkan berbagai pihak. Ketua PAC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kecamatan Pasean, Ustadz Hariyanto, turun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Di tengah kondisi lingkungan yang masih rawan pergerakan tanah, kehadiran jajaran PPP disambut hangat oleh warga. Ustadz Hariyanto hadir bersama Ketua PRT PPP Desa Sana Daja Ustadz Moh. Ali Zaini, Bendahara PRT PPP Ustadz Musfakih, serta Ketua PAC PPP Kecamatan Waru K. Bustomi Nasir. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dusun Paseset Timur, Agus.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian nyata PPP terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Selain menyerahkan bantuan, rombongan juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan langsung kondisi serta kebutuhan mendesak di lapangan.
Anggota DPRD Kabupaten Pamekasan dari Fraksi PPP, Andy Suparto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada tahap pendataan semata. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pamekasan agar segera merealisasikan bantuan konkret bagi warga terdampak, khususnya bantuan perumahan.
“Kami berharap bantuan dari pemerintah daerah tidak hanya sebatas pendataan atau pemasangan tanda dari BPBD. Yang dibutuhkan warga saat ini adalah kepastian, terutama realisasi bantuan rumah bagi mereka yang tempat tinggalnya rusak atau sudah tidak layak huni,” tegas Andy Suparto.
Menurutnya, kondisi tanah di wilayah tersebut masih berpotensi mengalami pergerakan, sehingga warga sangat membutuhkan hunian yang aman dan layak demi keselamatan keluarga mereka. Karena itu, ia menilai langkah cepat dan nyata dari pemerintah daerah sangat mendesak untuk segera dilakukan.
Sebagaimana diketahui, bencana tanah longsor di Dusun Paseset Timur menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak dan memaksa beberapa keluarga mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar. Hingga kini, warga masih menanti kepastian tindak lanjut dari pemerintah agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman.










