Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

Kemdiktisaintek Lepas 10.000 Mahasiswa Bantu Pemulihan Pascabencana di Sumatra

29.5K pembaca

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi melepas 10.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk terjun langsung mendukung pemberdayaan masyarakat dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra.

Pelepasan dilakukan secara simbolis di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed), Rabu (28/1), dan dihadiri ribuan mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak.

Para mahasiswa akan menetap selama sekitar satu bulan di lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Selama periode tersebut, mereka berperan sebagai relawan sekaligus agen perubahan yang membawa inovasi, teknologi tepat guna, dan solusi pemulihan sosial ekonomi masyarakat.

Gambar

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, mengatakan program ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kita menyesuaikan kebutuhan daerah terdampak dengan jumlah mahasiswa yang diturunkan. Penyebaran terbanyak berada di Aceh Tamiang, kemudian Tapanuli Selatan di Sumatra Utara, dan Kabupaten Agam di Sumatra Barat,” ujarnya.

Program Mahasiswa Berdampak menitikberatkan pada kedaulatan pangan, kemandirian energi, kesehatan masyarakat, serta pemulihan ekonomi pascabencana melalui ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

Sejumlah mahasiswa menyambut antusias keikutsertaan mereka. Tomy Sirait, mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU), menilai program ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

“Kami ingin membangkitkan ekonomi warga melalui produksi briket sebagai energi alternatif dan penguatan UMKM sapu lidi agar bisa menembus pasar nasional bahkan internasional,” katanya.

Hal serupa disampaikan Nia Sahrel Yasyub, mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU), yang merasa bangga dapat terlibat langsung dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana.

“Ini kesempatan luar biasa untuk menghadirkan dampak nyata dan inovasi langsung di lapangan,” ujarnya.

Dari Unimed, Shofwan Sasri Azhari, mahasiswa Bisnis Digital, menyebut program ini sebagai pengalaman emosional yang berharga. “Kami benar-benar diberi ruang untuk hadir dan berdampak di tengah masyarakat,” tuturnya.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing yang juga bertindak sebagai ketua kelompok. Aflaun Fadil Siregar, dosen UMSU, menyebut kehadiran mahasiswa di Desa Mekar Sawit, Langkat, Sumatra Utara, difokuskan pada pemulihan ekonomi pascabencana.

“Kami mendorong pengembangan energi alternatif dan penguatan UMKM agar masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Surif, dosen Unimed yang bertugas di Aceh Tamiang, mengatakan pihaknya membawa inovasi teknologi tepat guna untuk mendukung sektor pertanian.

“Inovasi ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, terutama petani, melalui pemanfaatan teknologi sederhana namun efektif,” katanya.

Sebelum diterjunkan ke lokasi, seluruh mahasiswa telah mengikuti pembekalan intensif terkait etika bermasyarakat, mitigasi risiko bencana, dan akuntabilitas program. Pakar program Mahasiswa Berdampak, I Wayan Karyasa dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), menekankan pentingnya integritas dalam pengabdian.

“Mahasiswa wajib menjaga etika, menyusun laporan kegiatan secara transparan, dan memastikan dana digunakan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

Melalui Program Mahasiswa Berdampak, Kemdiktisaintek berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya membantu pemulihan pascabencana, tetapi juga menumbuhkan harapan baru, kemandirian ekonomi, dan kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat di wilayah terdampak bencana Sumatra.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap