Logo HPN 2026

Hari Pers Nasional

Akan diselenggarakan di
PROVINSI BANTEN
9 Februari 2026

3,6 Juta Anak Alami Gangguan Penglihatan, Kemenkes Perkuat Skrining Mata

18.5K pembaca

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi meluncurkan program “Launching of Improved Access to Eye Health in Indonesia dan Vision Screening Event” sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan mata dan menekan angka gangguan penglihatan di Indonesia.

Program ini dinilai penting mengingat sekitar 3,6 juta anak di Indonesia masih mengalami kelainan refraksi yang belum terkoreksi dengan penggunaan kacamata. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses belajar, tumbuh kembang, serta kualitas hidup anak.

Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa deteksi dini gangguan penglihatan menjadi kunci utama pencegahan dan harus dilakukan secara masif serta terintegrasi melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Gambar

“Sepanjang 2025, Kemenkes telah melakukan skrining kesehatan mata terhadap sekitar 55 juta penduduk berusia di atas tujuh tahun, dan sekitar 17 persen di antaranya terdeteksi mengalami gangguan penglihatan,” ujar Nadia.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan skrining kesehatan mata terhadap sekitar 140 juta masyarakat, mencakup seluruh kelompok usia mulai dari bayi hingga lanjut usia.

Upaya penguatan layanan kesehatan mata ini juga mendapat dukungan dari World Health Organization (WHO) melalui inisiatif global SPECS 2030, yang bertujuan mengeliminasi gangguan penglihatan yang dapat dicegah maupun dikoreksi.

Perwakilan WHO Indonesia, Fransiska, mengapresiasi langkah Indonesia yang secara resmi bergabung dalam kerangka kerja SPECS sejak Oktober 2025, sebagai wujud komitmen nasional dalam meningkatkan kesehatan mata masyarakat.

Dukungan serupa datang dari OneSight EssilorLuxottica Foundation. Perwakilannya, Patricia Koh, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bermitra dengan Kemenkes dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan mata, termasuk melalui pelatihan tenaga kesehatan, khususnya perawat, agar mampu melakukan pemeriksaan dasar penglihatan di layanan kesehatan primer.

Sebagai langkah konkret untuk pemerataan layanan, program ini juga akan menjangkau wilayah terpencil, salah satunya melalui penyediaan patient center di Kepulauan Seribu, sehingga deteksi dini gangguan penglihatan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap