Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla ikut ambil bagian dalam kerja bakti massal bertajuk “Jaga Jakarta Bersih” di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini digelar serentak di seluruh wilayah Jakarta sebagai langkah menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah banjir.
Gubernur Pramono menyampaikan bahwa “Jaga Jakarta Bersih” merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor, dengan PMI Pusat sebagai salah satu inisiator utama. Dukungan PMI diwujudkan melalui penyaluran ribuan peralatan kebersihan yang digunakan di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Hari ini kita melaksanakan kerja bakti gotong royong secara serentak di seluruh Jakarta. Kegiatan ini diinisiasi bersama PMI Pusat yang dipimpin Pak Jusuf Kalla. Total yang terlibat mencapai 171.134 orang,” ujar Pramono.
Di lokasi berbeda, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut memantau langsung kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur untuk mengantisipasi dampak musim pancaroba.
Rano menjelaskan, pascahujan biasanya muncul potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD) serta meningkatnya risiko genangan dan banjir. Karena itu, pembersihan sungai dan saluran air menjadi fokus utama.
“Dilakukan pengurasan dan pembersihan saluran di titik prioritas agar kapasitas meningkat. Sampah diangkat supaya tidak terjadi penyumbatan. Dalam kegiatan ini dikerahkan hampir 60 alat berat dan 144 dump truck di 66 lokasi prioritas,” jelas Rano.
Sementara itu, Jusuf Kalla menekankan pentingnya peran aktif seluruh warga Jakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air di sekitar tempat tinggal masing-masing. Menurutnya, banjir paling berdampak pada masyarakat kecil sehingga pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama.
“Banjir terjadi karena air masuk lebih banyak daripada yang keluar. Solusinya sungai, gorong-gorong, dan selokan harus dibersihkan. Setiap rumah bertanggung jawab membersihkan selokan di depan rumahnya, cukup satu jam seminggu,” kata Jusuf Kalla.
Sebagai informasi, kegiatan “Jaga Jakarta Bersih” tingkat kota digelar di sejumlah lokasi, di antaranya Cempaka Putih (Jakarta Pusat), Pintu Air Cipinang Melayu (Jakarta Timur), Inspeksi Kali Ciliwung (Jakarta Selatan), Jalan Pulau Nangka (Jakarta Barat), dan Danau Bisma, Tanjung Priok (Jakarta Utara).
Gerakan ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN), Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), tenaga ahli Pemprov DKI Jakarta, serta masyarakat dari tingkat kota hingga kelurahan. Tercatat, ASN yang terlibat mencapai 67.772 orang, PJLP 81.221 orang, petugas Dinas Lingkungan Hidup 2.920 orang, serta petugas PPSU dan Sumber Daya Air 19.221 orang.
Dalam kesempatan tersebut, PMI menyalurkan bantuan berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak sorong, dan 3.000 karung sampah. Setiap kota administrasi menerima masing-masing 1.000 cangkul, 1.000 sekop, 200 gerobak sorong, dan 600 karung sampah.







