Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) DKI Jakarta periode 2025–2029 di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi keberhasilan FORKI DKI meraih juara umum pada PON Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, sekaligus menegaskan target mempertahankan prestasi pada PON 2028.
Pramono menyampaikan apresiasi atas capaian FORKI DKI Jakarta yang menjadi juara umum pada PON Bela Diri 2025 di Kudus. Ia menilai keberhasilan tersebut harus dijaga melalui pembinaan atlet yang konsisten.
“Tidak ada artinya juara umum di Kudus jika kita tidak mampu mempertahankannya pada PON 2028. Pemprov DKI akan memberikan dukungan penuh,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga atlet-atlet berprestasi agar tidak direkrut oleh daerah lain. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.
Menurut Pramono, prestasi olahraga menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Pemprov DKI pun mendorong pengembangan sport tourism melalui berbagai ajang olahraga nasional dan internasional.
Beberapa agenda olahraga besar yang akan digelar di Jakarta antara lain pertandingan legenda Real Madrid melawan Barcelona pada April mendatang, serta dua ajang lari internasional yakni Jakarta International Marathon (JAKIM) dan Jakarta Running Festival.
Sementara itu, Ketua Umum PB FORKI Hadi Cahyanto mengapresiasi dukungan Pemprov DKI terhadap pembinaan karate. Ia memaparkan tren peningkatan prestasi FORKI DKI dalam beberapa edisi PON terakhir.
Pada PON XIX, DKI meraih tiga emas, lima perak, dan enam perunggu. Di PON XX, tiga emas, empat perak, dan dua perunggu. Sedangkan pada PON XXI, FORKI DKI mencatat enam emas, tiga perak, dan tiga perunggu.
Hadi optimistis dengan pembinaan yang konsisten, DKI Jakarta mampu kembali mempertahankan gelar juara umum pada PON 2028 yang direncanakan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.







