1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Atasi Kekurangan Dokter Spesialis, 8 Prodi PPDS Dibuka di Jawa Barat

Peluncuran 8 Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Wilayah 3 SKA Jawa Barat di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu (18/2/2026).(Sumber: kemdiktisaintek.go.id)
23.4K pembaca

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan delapan Program Studi Baru Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Wilayah 3 Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Jawa Barat. Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan jumlah dan pemerataan dokter spesialis serta subspesialis di Indonesia.

Peluncuran digelar di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Rabu (18/2). Sebanyak empat prodi spesialis dan empat prodi subspesialis resmi beroperasi di empat perguruan tinggi, yakni Unpad, Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Universitas Islam Bandung (Unisba), dan Universitas Kristen Maranatha.

Program ini menjadi bagian dari peluncuran 160 prodi baru PPDS secara nasional.

Gambar

Peluncuran 8 prodi baru Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Jawa Barat. Kemdiktisaintek bersama Unpad, Unjani, Unisba, dan UK Maranatha. Rabu, 18 Februari 2026. Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung, Jawa Barat. Untuk mengatasi kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis serta meningkatkan mutu layanan kesehatan. Melalui pembukaan prodi baru, peningkatan kuota PPDS berbasis kemitraan, penempatan residen mandiri di rumah sakit prioritas, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.

Strategi Akselerasi Nasional

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi, menegaskan Indonesia masih menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan jumlah dokter spesialis dan subspesialis. Kondisi ini berdampak pada belum meratanya akses layanan kesehatan.

Sebagai tindak lanjut, Kemdiktisaintek membentuk Satuan Tugas Akselerasi melalui SKA dengan tiga strategi utama:

  1. Penambahan prodi baru dan peningkatan kuota mahasiswa PPDS melalui kemitraan antarperguruan tinggi.
  2. Penempatan residen tingkat mandiri di rumah sakit prioritas.
  3. Penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan pemangku kepentingan.

Program ini menyasar 11 provinsi yang masih kekurangan dokter spesialis, termasuk Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua. Sekitar 350 rumah sakit dilibatkan sebagai jejaring pendidikan, lebih dari 60 persen di antaranya milik pemerintah daerah.

Kolaborasi PTN dan PTS

Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menyatakan empat institusi di Jawa Barat sepakat membangun ekosistem pendidikan dokter spesialis berbasis kolaborasi melalui SKA Jawa Barat.

Model ini menekankan kemitraan sejajar antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), bukan pendekatan sentralistik. Saat ini, Fakultas Kedokteran Unpad menjadi mitra bagi 16 fakultas kedokteran yang membuka prodi baru PPDS.

Dalam skema penempatan residen mandiri, sekitar 1.200 residen setiap tahun ditempatkan di lebih dari 160 rumah sakit hasil kerja sama dengan pemerintah daerah.

Dukungan Pemerintah Daerah dan TNI AD

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Dinas Kesehatan, Vini Adiani Dewi, menyatakan komitmen mendukung program ini melalui beasiswa daerah dan penyediaan rumah sakit pendidikan.

Dukungan juga datang dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang diwakili Ketua Yayasan Eka Paksi, Moch Reza Utama, dalam memperkuat kolaborasi pendidikan dokter melalui Sistem Kesehatan Akademik.

Dirjen Dikti menegaskan percepatan ini tetap mengedepankan penjaminan mutu dan kepatuhan regulasi, dengan melibatkan lembaga seperti LAMPTKes, MGBKI, AIPKI, kolegium, dan asosiasi program studi.

“Kami optimistis sinergi ini akan berdampak nyata pada pemerataan layanan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tutup Khairul Munadi.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap