1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

63 Startup Lulus Akselerator, RI Bidik Jadi Pusat Inovasi AI ASEAN

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat menghadiri kelulusan Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Selasa (24/2/2026), menegaskan pemanfaatan AI harus meningkatkan produktivitas nasional.(Sumber: komdigi.go.id)
11.5K pembaca

Pemerintah menegaskan tingginya adopsi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia harus diikuti peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen. Namun, pemanfaatannya untuk aktivitas produktif dan penciptaan nilai tambah dinilai masih perlu diperluas.

“Dengan adopsi AI 92 persen, penggunaan untuk produktivitas masih minim. Karena itu kita menyambut lahirnya startup-startup baru,” ujar Meutya dalam acara kelulusan Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).

Gambar

63 Startup Lulus Program Akselerator

Program hasil kolaborasi pemerintah dan Google Indonesia ini telah meluluskan 63 startup dalam tahun pertama pelaksanaannya, terdiri atas 43 startup tahap awal (early stage) dan 20 startup Series A.

Menurut Meutya, jumlah tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekosistem digital nasional. Saat ini terdapat sekitar 2.500 startup aktif di Indonesia yang berkontribusi pada ekonomi digital.

“Startup adalah motor penggerak ekonomi digital nasional,” katanya.

Ekonomi Digital Tembus USD 80 Miliar

Indonesia memiliki sekitar 278 juta penduduk, dengan 80,66 persen atau lebih dari 230 juta jiwa telah terhubung internet. Nilai ekonomi digital nasional saat ini melampaui USD 80 miliar dan diproyeksikan menembus USD 130 miliar pada 2025.

Meutya menegaskan pertumbuhan tersebut didorong inovasi teknologi, transformasi sektor tradisional, serta peran sumber daya manusia digital.

Pemerintah juga mendorong agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital terbesar di Asia Pasifik, tetapi berkembang menjadi pusat inovasi AI di kawasan ASEAN.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Kemkomdigi menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub sebagai ruang kolaborasi startup berbasis AI dengan perusahaan teknologi global dan modal ventura.

“Kita ingin bertransformasi dari digital market menjadi AI innovation hub di ASEAN,” tegas Meutya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap