1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Hadapi Musim Kering, Kementan Dorong Perkebunan Tahan Kekeringan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau kegiatan perkebunan sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak musim kemarau terhadap produktivitas tanaman. (Sumber: pertanian.go.id)
6.2K pembaca

Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor perkebunan nasional. Upaya ini dilakukan untuk menjaga produktivitas komoditas strategis tetap stabil di tengah kondisi cuaca kering.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pemerintah mendorong strategi adaptasi melalui budidaya yang lebih tahan terhadap kekeringan.

“Mitigasi terus diperkuat melalui budidaya adaptif, penggunaan benih unggul tahan kering, serta pendampingan kepada pekebun agar produksi tetap terjaga,” ujarnya.

Gambar

Komoditas seperti kopi, kakao, kelapa sawit, dan tebu menjadi perhatian utama karena rentan terdampak musim kemarau. Untuk itu, Kementan melalui Direktorat Jenderal Perkebunan memperkuat berbagai program adaptasi di lapangan.

Langkah yang dilakukan meliputi penggunaan varietas tahan kekeringan, konservasi tanah dan air, serta pengelolaan kebun yang lebih efisien dalam penggunaan air. Pendampingan juga ditingkatkan untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit yang cenderung meningkat saat musim kering.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menegaskan pentingnya pengelolaan kebun berbasis informasi iklim.

“Konservasi tanah dan air serta pemanfaatan informasi iklim menjadi kunci agar perkebunan tetap produktif,” katanya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mengembangkan demplot mitigasi dan adaptasi iklim. Melalui kebun percontohan ini, pekebun dilatih menerapkan teknik hemat air, pengelolaan kebun saat kemarau, hingga pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik.

Penguatan tata kelola air juga dilakukan, termasuk di lahan gambut melalui pembangunan sekat kanal untuk menjaga kelembapan tanah. Selain itu, program Pembukaan Lahan Tanpa Membakar (PLTB) terus digencarkan guna mencegah kebakaran saat musim kemarau.

Kesiapsiagaan diperkuat melalui pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Karlabun) serta Kelompok Tani Peduli Api.

Di tingkat lapangan, pekebun diimbau menerapkan langkah adaptif seperti penggunaan pupuk organik, efisiensi pemupukan, serta pemantauan kondisi tanaman secara rutin. Teknologi konservasi air seperti rorak dan biopori juga dianjurkan untuk menjaga cadangan air.

Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis subsektor perkebunan tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah tekanan perubahan iklim.

“Menjaga kebun hari ini berarti menjaga ekonomi dan masa depan Indonesia,” ujar Roni.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap